SuaraCianjur.Id- Pekerja seks komersial adalah orang yang melakukan hubungan seksual dengan orang lain sebagai suatu pekerjaan dan dalam pertukaran uang atau barang.
Pekerja seks komersial seringkali dianggap sebagai orang yang tidak bermoral dan kurang dihargai dalam masyarakat.
Namun, sebenarnya pekerja seks komersial memiliki tantangan dan perspektif yang berbeda dari sudut pandang yang lebih luas.
Menurut sebuah jurnal yang diterbitkan dalam Journal of Sex Research, "Pekerja Seks Komersial dan Masalah Kesehatan Seksual", penelitian menunjukkan bahwa pekerja seks komersial memiliki risiko kesehatan seksual yang lebih tinggi dibandingkan dengan populasi umum.
Pekerja seks komersial cenderung lebih terpapar pada HIV dan penyakit menular seksual lainnya karena pekerjaan mereka yang melibatkan kontak seksual dengan berbagai pelanggan.
Sebuah buku berjudul "Prostitusi: Perspektif Global" yang ditulis oleh Julia O'Connell Davidson mengatakan bahwa pekerja seks komersial seringkali menjadi korban perdagangan manusia, eksploitasi, dan kekerasan.
Mereka seringkali memilih profesi ini karena kemiskinan, kurangnya pendidikan, dan kesempatan kerja yang terbatas. Namun, mereka tetap berjuang untuk mendapatkan hak yang sama dan perlindungan hukum seperti pekerja di bidang lainnya.
Para ahli berpendapat bahwa legalisasi atau dekriminalisasi prostitusi dapat membantu melindungi pekerja seks komersial dan mengurangi risiko kesehatan dan kekerasan.
Namun, beberapa ahli juga memperingatkan bahwa legalisasi atau dekriminalisasi prostitusi dapat meningkatkan permintaan dan eksploitasi pekerja seks komersial.
Baca Juga: Persija Harus Bayar Tunggakan Gaji Marko Simic, Tak Boleh Potong Gaji Sepihak
Oleh karena itu, solusi terbaik untuk menangani pekerja seks komersial adalah dengan mengambil pendekatan yang holistik, melibatkan pekerja seks komersial dalam perumusan kebijakan, memberikan pendidikan dan pelatihan keterampilan, dan memastikan hak-hak dan perlindungan hukum mereka. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Sukses, Peserta dari Empat Provinsi Antusias Ikuti Workshop "AI Tools for Journalists" di Palembang
-
KPK Tahan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Buntut Dugaan Minta Fee Rp850 Juta
-
Yudi Purnomo Soal Wacana Polri di Bawah Kementerian: Ingat Pengalaman KPK
-
Soal Usul Duet Prabowo-Zulhas di 2029, Dasco: Kita Anggap Wacana dan Hiburan Buat Rakyat
-
Dasco Ungkap Arahan Prabowo di HUT ke-18 Gerindra: Jaga Uang Rakyat, Jangan Berbuat Perilaku Tercela
-
Derbi Mataram PSIM vs Persis Tanpa Pemenang, Milo Puas Laskar Sambernyawa Curi Poin
-
Gerindra Akhirnya Minta Maaf, Atribut Partainya Ganggu Masyarakat di Jalan
-
Habiburokhman Sebut Pernyataan Abraham Samad Soal Reformasi Polri Salah Kaprah
-
IPW Nilai Polri Bisa Mudah Dipengaruhi Kepentingan Politik Jika di Bawah Kementerian
-
Semangat Berdikari, Soekarno Run Runniversary 2026 Siapkan Beasiswa Pelajar dan Inovasi 'Zero Waste'