SuaraCianjur.Id- Poker face atau wajah tanpa ekspresi merupakan sebuah fenomena yang umum terjadi dalam kehidupan sehari-hari.
Namun, kecenderungan untuk menyembunyikan ekspresi wajah ini tidak selalu positif bagi kesehatan mental seseorang.
Banyak penelitian yang mengungkapkan bahwa poker face dapat memiliki dampak negatif pada kesehatan mental, terutama ketika digunakan secara berlebihan atau tidak sehat.
Menurut sebuah artikel di jurnal "Frontiers in Psychology", poker face dapat menyebabkan stres dan kecemasan.
Seorang penulis dalam artikel ini menyatakan bahwa "Menyembunyikan ekspresi wajah alami dapat meningkatkan tingkat stres dan kecemasan karena seseorang harus terus menerus memantau dan mengontrol gerakan-gerakan tubuh mereka".
Selain itu, poker face juga dapat mengganggu komunikasi sosial.
Seorang peneliti bernama Paul Ekman, yang merupakan pakar dalam bidang psikologi emosi dan komunikasi nonverbal, menyatakan bahwa "Ketika seseorang terus menerus menyembunyikan ekspresi wajah mereka, hal ini dapat mengurangi kemampuan mereka untuk memahami ekspresi wajah orang lain dan dapat memperburuk kemampuan mereka dalam berkomunikasi secara sosial."
Namun, ada juga keuntungan dari penggunaan poker face yang tepat dan sehat. Dalam hal ini, penting untuk menggunakan poker face secara sehat dan tepat.
Dalam kesimpulan, poker face dapat memiliki dampak yang kompleks pada kesehatan mental seseorang.
Baca Juga: Sidang Perdana Kasus 'Lord Luhut', Haris Azhar dan Fatia Bakal Diadili 3 April Pekan Depan
Penggunaannya yang berlebihan dan tidak sehat dapat menyebabkan stres, kecemasan, dan mengganggu kemampuan seseorang dalam berkomunikasi sosial.
Namun, jika digunakan secara tepat dan sehat, poker face dapat membantu seseorang dalam mengendalikan emosi mereka dan meningkatkan kemampuan mereka dalam situasi-situasi di mana mereka perlu menyembunyikan perasaan atau niat mereka dari orang lain. (*)
(*/Haekal)
Berita Terkait
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Daerah Makin Cari Cara Tak Bergantung Dana Pusat, Fiskal Jadi Fokus APEKSI Kalimantan
-
Blackout Sumatra Berulang, Ketahanan Sistem Kelistrikan Nasional Kembali Dipertanyakan
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Harga Sawit Anjlok Pasca Pidato Prabowo, PKS di Riau Diimbau Beli TBS Sesuai Aturan
-
Heboh! Bocah Tertangkap Curi Dompet Menangis Minta Diviralkan
-
Mendagri Tito: Mayoritas Wilayah Terdampak Banjir di Sumatera Berangsur Normal
-
Maimon Herawati Ungkap 'Silent Hero' di Balik Bebasnya 428 Relawan Global Sumud Flotilla
-
Guru Honorer di Riau Mengajar hingga Akhir 2026, Gaji Diambil dari Dana BOS
-
Janji Humanis Cuma Slogan? Aksi Kasar Satpol PP Usir Tukang Es Krim di CFD Jakarta Panen Kecaman
-
Barry Likumahuwa Tampil di POP: SELAH, Ruang Ibadah Musik yang Intim di Jakarta