SuaraCianjur.Id- Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan adanya sebuah rumah yang terletak di Kampung Rawadewa, Kecamatan Pasirkuda, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
Rumah menjadi viral di media sosial, karena sang pemilik rumah tak ingin untk menjual rumahnya meski dengan harga yang sangat mahal.
Kabarnya dalam video tersebut, jika rumah itu ditawar dengan harga yang cukup fantastis hingga mencapai nominal miliar rupiah.
Adapun nama pemilik rumah itu bernama Abah Jajang. Dia sudah tinggal di rumah tersebut selama 73 tahun lamanya, hingga kemudian viral.
DIlansir cianjur.suara.com dari kanal YouTubeHardi ArtVenture, diceritakan bagaimana bis ajika rumah tersebut ditawar untuk dijual dengan harga yang sangat fantastis tinggi dan mahal.
Rumah dengan dinding dari anyaman bambu dan halaman yang sangat luar, ditambah dengan best view pemandangn air terjun dari Curug Citambur, ini ditawar Rp2,5 miliar.
Namun apay ng ditawarkan oleh pembeli ditolak Abah Jajang, karena memang rumah tersebut tidaklah untuk dijual.
Banyak yang datan ke rumah Abah Jajang, bukan hanya dari warga Indonesia, tapi juga dari negara luar seperti Australia.
"Ada orang Bandung, Jogja dan Australia yang datang kesini," ungkap Abah Jajang.
Baca Juga: Pesan David Ozora Megandung Bawang Sebelum Dianiaya Mario Dandy, Bikin Mewek
Luasnya rumah Abah Jajang bahkan samapi-sampai pernah dipakai untuk temapt campn anggota TNI.
Disekitar rumah Abah Jajang memang terdapat pemandangan alam yang masih asri dan sejuk.
Di sana juga bisa melihat air terjun Citambur secara dekat. Jadi wajar saja kalau banyak orang yang datang dan ingin menawar rumahnya miliknya.
Abah Jajang menghuni rumah tersebut bersama empat orang lainnya.
Apa alasan Abah Jajang menolak untuk menjual rumah tersebut?
"Kalo dijual nanti Abha mengurangi keluarga Abaha, kalau nggak dijual menambah keluarga,” ungkap alasan Abah Jajang yang enggan menjual rumahnya.
Dengan kata lain jika rumah tersebut dijual, tidak ada lagi orang baru yang akan bersilaturahmi dengan dirinya, yang hanya sekedar ingin melihat pemandangan air terjun dari rumahnya.
Tak hanya itu saja ternyata usut-punya usut rumah Abah Jajang juga pernah dijadikan sebagai salah satu lokasi syuting film selama dua hari.
"Pernah dipakai syuting sama Boy Hamzah selama dua hari,” kata dia. (*/Masnurdiansyah)
Berita Terkait
-
Update Korban Gempa Cianjur, Dikejutkan Ada Penemuan Kerangka Manusia Tertimbun Longsor, Ini Ciri-Cirinya
-
Bak Seorang Ninja, Pria Gondol Kotak Amal Masjid di Cianjur Kabur Lewat Atap Rumah Warga, Akhirnya Bikin Sedih
-
Baru Beberapa Hari Ramadhan, Remaja di Cianjur Lakukan Aksi Perang Sarung, Polres Cianjur Siagakan Personil
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
- 5 HP Android dengan Kualitas Setara iPhone 13 Pro dan iPhone 13 Pro Max
Pilihan
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
Terkini
-
Pertamax Tembus Rp16.250, Walikota Bandung Instruksikan Langkah Efisiensi Besar-besaran
-
Keterangan Saksi Mahkota Perkuat Dugaan Kasus Pemerasan Abdul Wahid
-
AceKid, Sufor Pertama di Indonesia yang Terbuat dari Susu Segar
-
Aksi Koboi Kades: Panjat Pagar dan Todong Pistol ke Warga Bekasi, Kini Disidik Polisi
-
Kabupaten Bogor Kembali Raih Opini WTP BPK, Ketua DPRD Sastra Winara: Ini Bukti Nyata
-
Air Mata Shanty Pecah, Trailer Film Baru Bawa Kenangan Tentang Ibunya
-
Kaltim Resmi Buka Penerbangan Rute Samarinda-Melak, Segini Tarifnya
-
Dipanggil KPK Terkait Dugaan Pemerasan, Kajari Medan: Dipanggil Tuhan Pun Siap
-
SF Hariyanto Perintah Kadis PUPR Riau ke Lapangan: Jangan Hanya Terima Laporan
-
Menenun Harapan Perempuan Penenun di Timur Indonesia Bersama Giro Kartini