SUARA CIANJUR-Menurut Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra, tidaklah benar jika Anas Urbaningrum selalu dihubungkan dengan Partai Demokrat.
Terlebih lagi setelah ia dibebaskan dan banyak yang mengatakan bahwa ia akan membalas dendam kepada Partai Demokrat.
Herzaky menegaskan bahwa hal tersebut tidak berkaitan dengan Partai Demokrat maupun dengan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Ketua Majelis Tinggi Partai Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
"Kalau bicara soal mas Anas dari kami jelas, kalau kita lihat terkait dengan mas Anas ini ada 3 hal. Pertama tidak tepat sebenarnya kalau mengkaitkan atau membenturkan Mas Anas dengan Mas AHY atau dengan demokrat, gak ada hubungan. Kedua mengkaitkan dengan Pak SBY, nggak tepat itu," ujar Herzaky.
Menurut Herzaky, konflik yang melibatkan Anas sebenarnya lebih terkait dengan mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Pada masa kepemimpinan Ketua KPK Abraham Samad, Anas ditangkap. Oleh karena itu, tidak benar jika Anas selalu dikaitkan dengan AHY dan SBY.
"Karena yang menghukum beliau itu KPK. Kemudian ada podcast kan dari Abraham Samad, ada Bang BW, ada Novel Baswedan yang itu meng-counter Mas Anas. Jadi gak tepat ditanyakan ke Demokrat. Tanyakan lebih tepat ke Abraham samad, Bang BW, Novel," ucap Herzaky.
Herzaky memastikan bahwa tidak ada intervensi yang dilakukan oleh SBY atau Partai Demokrat dan AHY dalam penangkapan Anas oleh KPK.
"Jadi janganlah dibentur-benturkan. Karena yang kami tahu yang ada permasalahan itu dengan KPK. Kami jelas dengan kasus yg terjadi dulu itu sangat dirugikan, jadi tidak mungkin kami menjadi otak dari yang begitu," terangnya.
Baca Juga: Jelang Lebaran, Stok Minyak Goreng Subsidi di DIY Menipis
Anas Urbaningrum, mantan Ketua Umum Partai Demokrat, mengirim pesan sindiran yang diduga ditujukan kepada lawan politiknya setelah dibebaskan dari Lapas Sukamiskin Bandung pada hari Selasa (11/4/2023).
Anas Urbaningrum menyatakan bahwa ada orang yang mengira karirnya akan hancur setelah dia ditahan selama sekitar delapan tahun akibat terjerat dalam kasus korupsi proyek Hambalang.
"Saya mohon maaf kalau ada yang menyusun skenario besar bahwa dengan saya berada dalam waktu yang lama di tempat ini dan menganggap Anas sudah selesai, skenario boleh besar hebat serinci apapun tidak akan mampu mengalahkan skenario tuhan," ucap Anas. (*)
(*/Haekal)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Mencerahkan Wajah, Cukup 3 Langkah Praktis Murah Meriah!
Pilihan
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
Terkini
-
Rilis Volume ke-7, Light Novel Dinners with My Darling Umumkan Versi Anime
-
Dua Calon Haji Sumut Dipulangkan ke Daerah Asal, Ini Penyebabnya
-
Iran: Kroco Donald Trump Serang Kapal Sipil di Selat Hormuz, 5 Orang Tewas
-
BPS: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61 Persen pada Triwulan I 2026, Industri Pengolahan Jadi Penopang
-
Komplotan Pembalak Jati di Banyuwangi Digerebek, 5 Orang Kabur ke Dalam Rimba
-
Profil Timnas Tunisia: Ambisi Besar Elang Kartago Mengukir Sejarah Baru di Piala Dunia 2026
-
Dompet Kelas Menengah Lagi Kering, Alarm Bahaya Buat Ekonomi?
-
Apa yang Terjadi dengan Pendidikan dan Infrastruktur di Sumsel hingga Picu Demo 'Sumsel Resah'?
-
Berkaca dari Richard Lee, Kenapa Mualaf Punya Sertifikat? Ternyata Ini Fungsinya
-
Nekat! Meski Ada Aparat, Pria Tak Dikenal Tetap Hajar Waketum PSI Bro Ron, Ini Kronologinya