SUARA CIANJUR - KPK mengecam dugaan suap yang terkait dengan pembangunan dan perawatan jalur kereta api di Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub), karena tindakan semacam ini memiliki potensi untuk mengancam keselamatan publik.
"Korupsi pada sektor ini tidak hanya merugikan keuangan negara tapi juga berpotensi mendepresiasi kualitas jalur kereta yang akan membahayakan keselamatan masyarakat sebagai pengguna layanan," ucap Wakil Ketua KPK Johanis Tanak kepada wartawan.
Johanis menegaskan bahwa setiap pejabat negara harus bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Dia memperingatkan agar para pejabat tidak mengambil keuntungan pribadi yang dapat merugikan masyarakat yang telah membayar gaji mereka.
"Sesungguhnya, penyelenggara negara digaji menggunakan uang rakyat dan sudah seharusnya bekerja untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat," paparnya.
"Prinsip integritas dan antikorupsi harus menjadi komitmen bersama antara penyelenggara negara dan pelaku usaha, agar tidak terjadi permufakatan jahat yang melanggar ketentuan hukum melalui praktik-praktik korupsi," lanjut Johanis.
Sebelumnya telah dilaporkan bahwa KPK telah menetapkan 10 orang tersangka dalam kasus dugaan suap oleh pejabat negara yang terkait dengan proyek pembangunan jalur kereta api di wilayah Sulawesi Selatan, Jawa Bagian Tengah, Jawa Bagian Barat, dan Jawa-Sumatera, yang dilaksanakan pada periode Tahun Anggaran 2018-2022.
Ada empat orang yang diduga memberikan suap, yaitu Direktur PT IPA Dion Renato Sugiarto (DIN), Direktur PT DF Muchamad Hikmat (MUH), Direktur PT KA Manajemen Properti sampai Februari 2023 Yoseph Ibrahim (YOS), dan VP PT KA Manajemen Properti Parjono (PAR).
Sedangkan enam orang lainnya diduga menerima suap, yakni Direktur Prasarana Perkeretaapian Harno Trimadi (HNO), Kepala Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Jawa Tengah Putu Sumarjaya, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BTP Jawa Tengah Bernard Hasibuan (BEN), PPK BPKA Sulawesi Selatan Achmad Affandi (AFF), PPK Perawatan Prasarana Perkeretaapian Fadliansyah (FAD), dan PPK BTP Jawa Barat Syntho Pirjani Hutabarat (SYN).
Baca Juga: Sinopsis Ride On, Film Baru Jackie Chan yang Bikin Haru dan Tertawa
Saat melakukan operasi tangkap tangan (OTT) dalam kasus ini, KPK berhasil menyita uang sebesar Rp2,823 miliar yang terdiri dari uang tunai senilai Rp2,027 miliar dan 20.000 dolar AS, serta kartu debit senilai Rp346 juta dan saldo rekening bank sebesar Rp150 juta. (*)
(*/Haekal)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
Pilihan
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
Terkini
-
Nasib Mobil 'Pimp My Ride' Berakhir Pilu, Kini Cuma Nangring di Rosokan
-
Bocoran Samsung Galaxy A18 Beredar, HP Murah Pertama dengan One UI 9 dan Layar AMOLED
-
Wamendagri Ribka Tegaskan Komitmen Kawal Percepatan Pembangunan KSPEAN Papua Selatan
-
Mengapa Taman Kota Masih Dianggap Pelengkap? Komunitas Ini Ingin Ubah Cara Pandang Itu
-
Prediksi Kanada vs Bosnia di Piala Dunia 2026: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Keajaiban Berawal dari Rasa Percaya, Saksikan Garuda di Dadaku Mulai 11 Juni 2026
-
20 Tanaman Hias Tahan Panas dan Kering yang Tidak Mudah Layu Saat Kemarau
-
Profil Emiten Cetak Spanduk yang Dibeli Raffi Ahmad Ratusan Miliar
-
Jadwal Hari Pertama Piala Dunia 2026: Meksiko vs Afrika Selatan Buka Turnamen dengan Aroma Nostalgia
-
PMB 2026 Universitas Nusa Mandiri Gelombang 4 Dibuka! Daftar Program S1 Hingga Doktoral (S3)