- Raffi Ahmad dan Nagita akuisisi VISI senilai Rp178,74 miliar.
- VISI adalah emiten pemasok banner dan bahan baku percetakan digital.
- Saham VISI pernah oversubscribed 32,25 kali saat IPO 2024.
Suara.com - Langkah ekspansi bisnis pasangan selebritas Raffi Ahmad dan Nagita Slavina kembali menyita perhatian pasar. Melalui PT Harmoni Semesta Investama, keduanya resmi mengakuisisi PT Satu Visi Putra Tbk (VISI), emiten penyedia bahan baku percetakan seperti spanduk, dengan nilai transaksi mencapai Rp178,74 miliar.
Akuisisi yang rampung pada 9 Juni 2026 itu membuat PT Harmoni Semesta Investama menguasai 1,9 miliar saham atau setara 61,85 persen saham VISI. Dengan demikian, kendali perusahaan yang sebelumnya berada di tangan David Dwiputra kini beralih ke perusahaan investasi milik Raffi Ahmad dan Nagita Slavina.
Meski namanya belum sepopuler emiten besar lainnya, VISI merupakan pemain penting di industri bahan baku percetakan digital. Perseroan menyediakan berbagai produk seperti banner, tinta, display hingga PVC board yang digunakan oleh pelaku usaha percetakan digital di seluruh Indonesia.
Produk banner menjadi tulang punggung bisnis perusahaan dengan kontribusi mencapai 92,94 persen terhadap total pendapatan. Mayoritas pelanggan VISI berasal dari sektor percetakan yang mengoperasikan mesin digital printer outdoor untuk kebutuhan promosi, reklame, hingga media iklan luar ruang.
VISI tercatat sebagai emiten pendatang baru di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perusahaan melantai di pasar modal pada 27 Februari 2024 dengan melepas 615 juta saham atau sekitar 20 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh.
Saat penawaran umum perdana saham (IPO), VISI menawarkan harga Rp120 per saham dan berhasil menghimpun dana segar sebesar Rp73,8 miliar. Antusiasme investor saat itu tergolong tinggi. Hal ini tercermin dari tingkat kelebihan permintaan (oversubscribe) yang mencapai 32,25 kali.
Data Bursa Efek Indonesia menunjukkan total pesanan saham VISI saat IPO mencapai 19,83 miliar lembar, jauh melampaui jumlah saham yang ditawarkan sebanyak 615 juta lembar.
Dari sisi operasional, VISI juga menjalin kerja sama produksi atau Joint Production Agreement (JPA) dengan sejumlah pemasok di China. Perseroan bahkan menempatkan tim pengendalian mutu langsung di pabrik pemasok untuk memastikan kualitas produk tetap terjaga sesuai standar perusahaan.
Sebelum transaksi akuisisi, David Dwiputra menggenggam 89,43 persen saham VISI. Kini, kepemilikan pengendali berpindah ke PT Harmoni Semesta Investama yang dimiliki Nagita Slavina sebesar 51 persen dan Raffi Ahmad sebesar 49 persen.
Baca Juga: Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
Masuknya Raffi Ahmad dan Nagita Slavina ke dalam struktur pengendali VISI dinilai dapat membuka peluang pengembangan bisnis baru, sekaligus memperkuat posisi perusahaan di tengah pertumbuhan industri percetakan digital dan media promosi yang masih memiliki prospek menjanjikan di Indonesia.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
Pilihan
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
Terkini
-
Mengapa Pertamina Naikkan Harga Pertamax Saat Gajian Telah Habis?
-
Harga Pertamax Harusnya Tembus Rp 30.000/Liter
-
Bea Cukai Sita 8,9 Juta Batang Rokok Ilegal, Selamatkan Penerimaan Negara Rp8,66 Miliar
-
Dasco: Rupiah Menguat Pekan Depan, Publik Segera Jual Dolar AS Kalau Tak Mau Rugi
-
Setelah BBM Naik, Harga Cabai dan Telur Turun Tajam, Beras Justru Bikin Khawatir
-
Pertamax Naik, Pakar Mewanti-wanti Risiko Migrasi Massal ke Pertalite
-
Rupiah Kembali Melemah, Dolar AS Merangkak Naik ke Level Rp17.958
-
Harga Emas Turun Semua Hari Ini! Antam, Galeri 24 dan UBS 'Spesial Diskon'
-
Bijak Berbagi Data, Cara Sederhana Melindungi Diri di Era Digital
-
Harga Minyak Melonjak Hampir 3 Persen Setelah Iran Perketat Blokade Selat Hormuz