/
Selasa, 18 April 2023 | 14:20 WIB
Mantan Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid meminta PDIP untuk tidak bergabung dalam koalisi besar. (Suara.com/Dian Rosmala)

SUARA CIANJUR - Dinyatakan oleh Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Nurdin Halid, bahwa suatu koalisi besar yang terdiri dari gabungan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) dan Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) akan segera terbentuk. 

Saat ini, pembahasan mengenai koalisi tersebut telah mencapai tahap penentuan siapa calon presiden dan calon wakil presiden yang akan didukung dalam Pemilihan Presiden 2024.

"Sudah ada prinsip yang sama, sisa sekarang siapa capres dan cawapres. Sementara dirundingkan khususnya antara Pak Airlangga Hartarto dan Pak Prabowo Subianto," ucapnya.

Ia mengungkapkan bahwa Golkar masih mempertahankan keputusan Munas untuk mendukung Airlangga sebagai calon presiden. 

Sementara itu, KKIR juga masih memilih Prabowo sebagai kandidat presiden yang akan diusung.

"Pasti akan ada titik temu pada waktunya, tidak akan bubar demi kepentingan bangsa. Soal calon lain, saya kira tetap pada Pak Prabowo dan Pak Airlangga," sambungnya.

Menurut pandangannya, keuntungan dari koalisi besar ini adalah memastikan kelangsungan pembangunan yang telah dilakukan oleh Presiden Joko Widodo.

Sementara itu, Nurdin Halid berharap bahwa PDIP tidak akan ikut bergabung dalam koalisi besar ini karena dapat memperumit dinamika politik antara KIB dan KKIR.

"Makanya saya bilang PDIP jangan gabung karena bikin rumit. Nanti gabung setelah pilpres. Apalagi mereka sudah punya golden tiket, saya kira Pak Ganjar bisa diusung," sebutnya. (*) [WARTA EKONOMI]

Baca Juga: HeHa Forest Yogyakarta, Cara Beda Menikmati Sejuknya Liburan di Kaliurang

(*/Haekal)

Load More