/
Minggu, 30 April 2023 | 16:15 WIB
Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto berpesan bahwa demokrasi the winner take it all tidak sesuai dengan pancasila, dirinya berpesan bahwa Pemilu di Indonesia adalah demokrasi pancasila (Foto Istimewa)

SUARA CIANJUR- Airlangga Hartarto, Ketua Umum Partai Golkar mengingatkan bahwa Pemilu bukanlah the winner take it all atau yang menang mengambil segalanya.

Pendapat Airlangga tersebut disepakati dan diterima juga oleh Partai Demokrat (PD).

"Ke depan, Partai Golkar dan Demokrat sepakat bahwa Pemilu itu bukan the winner take it all, tapi kami ingin Indonesia raya," tutur Hartarto setelah pertemuan pimpinan Partai Demokrat dan Partai Golkar di Puri Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (29/4/2023) malam.

Pendapatnya, konsep tersebut merupakan budaya barat yang diterapkan di Amerika Serikat dan tidak sesuai dengan Pancasila.

"Kita bukan seperti di Amerika, demokrasi yang kebarat-baratan itu demokrasi yang the winner take it all, sedangkat kita demokrasi pancasila. Jadi siapapun yang menang, mari kita bersama-sama membangun negeri," pungkasnya.

Airlangga ingin terwujudnya 'Pesta Politik' yang bahagia di Indonesia, tanpa saling memecah-belah satu dengan lainnya.

"Karena yang paling kita khawatirkan kalau bangsa ini terbelah dengan politik identitas, kalau di ekonomi ada istilah namanya scare, ada luka yang mendalam. Demikian juga politik, ada luka yang mendalam dan tidak dalam waktu dekat sembuh, nah ini yang ingin kita tinggalkan," katanya.

Ia pun mengingatkan bahwa Golkar dan PD sepihak bahwa sebelum dan sesudah Pemilu, akan tetap bersama dalam membangun negeri. (*) (ANTARA)

Baca Juga: Nikita Mirzani Pamer Kado Ultah Mewah Usai Antonio Dedola Pergi, Langsung Kena Tegur Warganet

Load More