SUARA CIANJUR - Negara dengan julukan 'Negeri Jiran' ini sepertinya masih memiliki dendam terhadap timnas Indonesia saat SEA Games 2021.
Harimau Malaya tersebut gugur dalam perebutan medali perunggu melawan tim Garuda.
SEA Games tahun lalu merupakan pertandingan anyep bagi Malaysia, meskipun berhasil maju ke semifinal namun mereka gagal meraih medali.
Yang membuat Harimau Malaya itu gagal dan gigit jari adalah Timnas Indonesia, saat itu masih diasuh Shin Tae-yong yang berhasil menang dalam perebutan medali perunggu melalui adi penalti.
Di SEA Games 2023 ini, Malaysia ternyata masih belum bisa melupakan momen pahit kala melawan Timnas Indonesia. Hal tersebut kembali diungkit oleh pemainnya, yaitu Safwan Mazlan.
Baginya, Harimau Malaya ini ingin unjuk gigi lebih baik lagi. Artinya, Timnas Negeri Jiran tersebut siap membalaskan dendam nya terhadap timnas Indonesia di SEA Games 2023 walaupun berbeda grup.
“Bagi saya, kami akan melakukan yang lebih baik dari edisi terakhir SEA Games di mana kami kalah dalam perebutan medali perunggu melawan Indonesia. Insya Allah, kali ini kami akan melakukan yang lebih baik," kata Safwan dilansir dari Hmetro.com.my, Senin (1/5/2023).
Ada juga cara Malaysia bisa bertemu dengan lawan yang mengalahkan di masa lalu, Indonesia adalah keduanya harus lolos ke semifinal atau bisa juga bertarung di laga pamungkas.
Pasalnya timnas Indonesia U-22 berada di grup A bersama Kamboja, Myanmar, Filipina, serta Timor Leste. Sedangkan Malaysia di grup B melawan Vietnam, Thailand, Singapura, dan Laos. (*)
Baca Juga: Update Ranking BWF: Top 10, Gregoria Mariska Tunjung Cetak Rekor!
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
BRI KPR Solusi Permudah Miliki Rumah dan Properti Lelang dengan Cicilan Fleksibel
-
Balai TNGM Catat 60 Pendaki Ilegal Gunung Merapi dalam Setahun, Haus Validasi-FOMO Jadi Pemicu
-
Winnetou: Persahabatan Old Shatterhand dan Kepala Suku Apache yang Heroik
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Super League Terapkan Skema Liga Inggris Soal Pembagian Pendapatan Dana Siaran Klub
-
Klub Brunei DPMM FC Janji Rekrut Ramadhan Sananta Kembali jika Berkembang di Masa Depan
-
Nasib Juri LCC MPR Kalbar Usai Viral: Dinonaktifkan, Kini Dibidik Sanksi Berat
-
5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
-
Psywar Pep Guardiola, Manchester City Tunggu Arsenal Terpeleset
-
Ketika Demokrasi Dipimpin Satu Komando: Nasib Politik Islam Tahun 1959-1965