- Hantavirus menular ke manusia melalui pernapasan akibat paparan partikel urine, air liur, dan kotoran tikus yang mengering.
- Dilarang menyapu atau memvakum kotoran tikus karena dapat menerbangkan partikel virus berbahaya ke udara di sekitar.
- Pembersihan harus menggunakan disinfektan dan alat pelindung diri untuk mematikan virus serta mencegah penularan ke sistem pernapasan.
Suara.com - Belakangan ini, berita terkait kasus Hantavirus meresahkan masyarakat. Virus ini diketahui menular ke manusia melalui kontak dengan hewan pengerat seperti tikus yang terinfeksi.
Bukan melalui gigitan langsung, Hantavirus ditularkan melalui partikel mikroskopis dari urine, air liur, dan kotoran tikus.
Sehingga saat kita menyapu atau membersihkan kotoran tikus yang mengering sembarangan, partikel ini akan terbang ke udara (aerosolisasi) dan masuk ke sistem pernapasan manusia.
Oleh karena itu, mengetahui cara membersihkan kotoran tikus sangat penting, agar terhindar dari virus berbahaya.
Berikut adalah panduan lengkap cara membersihkan kotoran tikus secara aman sesuai protokol kesehatan.
1. Persiapan: Keamanan adalah Prioritas Utama
Jangan pernah menyentuh kotoran tikus dengan tangan telanjang atau tanpa perlindungan pernapasan.
Sebelum memulai, siapkan "alat tempur" seperti masker medis (masker N95 jika ada), sarung tangan, dan cairan disinfektan.
Selain menyiapkan alat di atas, buka semua jendela dan pintu di area tersebut selama minimal 30 menit sebelum mulai membersihkan agar sirkulasi udara segar masuk.
Baca Juga: Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
2. Aturan Emas: Jangan Pernah Menyapu atau Mem-vakum!
Ini adalah kesalahan paling fatal yang sering dilakukan. Menyapu atau menggunakan vacuum cleaner pada kotoran tikus yang kering akan menerbangkan virus ke udara.
Hal inilah yang memicu penularan Hantavirus melalui saluran pernapasan. Pastikan kotoran tikus selalu dalam kondisi basah oleh cairan disinfektan sebelum dipindahkan.
3. Langkah-Langkah Pembersihan yang Benar
Ikuti prosedur tahap demi tahap ini untuk memastikan area benar-benar steril.
- Semprotkan Disinfektan: Semprotkan kotoran tikus dan area sekitarnya dengan cairan disinfektan hingga benar-benar basah kuyup. Biarkan cairan meresap selama 5 hingga 10 menit untuk memastikan virus mati.
- Gunakan Tisu Sekali Pakai: Ambil kotoran yang sudah basah tadi menggunakan tisu dapur atau kertas koran bekas. Segera masukkan ke dalam kantong plastik sampah.
- Pembersihan Lantai/Permukaan: Setelah kotoran diangkat, pel atau seka seluruh area bekas kotoran dengan disinfektan kembali. Jika kotoran berada di atas karpet, Anda mungkin perlu melakukan steam cleaning atau mencucinya dengan sampo karpet khusus disinfektan.
- Double Bagging: Masukkan kantong plastik berisi kotoran tadi ke dalam kantong plastik kedua, ikat rapat-rapat, dan segera buang ke tempat sampah di luar rumah.
4. Sterilisasi Diri Setelah Membersihkan
Tag
Berita Terkait
-
Hantavirus Strain Andes Bisa Menular Antar Manusia, Tapi Harus Kontak Erat dan Lama
-
Dokter Stephen Kornfeld Keluar Ruang Isolasi Biokontainer Meski Hasil Tes Hantavirus Meragukan
-
Kesaksian Penumpang Kapal MV Hondius Karantina Massal 42 Hari karena Hantavirus
-
Muncul 23 Kasus Hantavirus di Indonesia, Apakah Mematikan Seperti di Kapal Pesiar MV Hondius?
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
- 4 Zodiak Paling Beruntung pada 27 Juni 2026, Siap-siap Jadi Magnet Uang
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
Pilihan
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
Terkini
-
Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini
-
Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga
-
Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung
-
World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak
-
Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis