SUARA CIANJUR - Dua pemimpin negara yang akan menghadiri KTT ASEAN ke-42 telah memutuskan untuk tidak menginap di Labuan Bajo.
Mereka memilih menginap di hotel di Denpasar, Bali.
Presiden Joko Widodo menjelaskan bahwa alasan di balik keputusan ini adalah karena keterbatasan kamar hotel di Labuan Bajo.
Mengutip dari laman Lambe Turah, "Tadi, saya sudah sampaikan, memang kamarnya tidak mencukupi," jelas Presiden Jokowi.
Jokowi juga memastikan bahwa Indonesia, sebagai tuan rumah, telah melakukan persiapan lengkap untuk menyambut para tamu KTT ASEAN di Labuan Bajo.
"Semuanya sudah siap. Udah kemarin kita terkahir itu habis lebaran sudah kita cek semuanya sudah siap. Intinya tinggal pelaksanaan," tambahnya.
Jokowi dan beberapa kementerian mulai menjalankan tugas mereka di Labuan Bajo.
"Konsentrasi di ASEAN Summit, semua kementerian dan lembaga konsentrasi di sini. Saya kira semuanya terlibat, karena memang baik dalam penyambutan baik dalam penyiapan kulinernya, homestay ya, semuanya. Kita siapkan juga kapal," pungkasnya. (*)
(*/Haekal)
Baca Juga: 4 Cara Hadapi Tim Lawan yang Menggunakan Kagura di Game Mobile Legends
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon
-
Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam
-
Dari Pencurian Ayam hingga Bentrok Jalanan: Mengapa Amuk Massa Terus Berulang?
-
Dari Made in Indonesia ke Made by Indonesia, Mendorong Produk Lokal Naik Kelas
-
Presiden Prabowo Diminta Segera Evaluasi Kinerja Mendag, Ada Apa?
-
Abdul Wahid Menunggu Vonis, Berharap Putusan Benar-benar Adil
-
Puluhan Tangki Tiap Musim Kemarau Tak Selesaikan Masalah, Warga Kemesu Minta Pencarian Sumber Air
-
Kasus Hutan Lindung Tanjung Piayu, PT GTP Resmi Jadi Tersangka Korporasi
-
9 Rekomendasi Parfum yang Cocok untuk Zodiak Taurus, HMNS hingga Mykonos
-
Kebakaran Hebat Landa Permukiman Padat di Kebayoran Lama, 28 Unit Damkar Dikerahkan