SUARA CIANJUR - Ganjar Pranowo, calon presiden (capres) dan Gubernur Jawa Tengah dari PDIP, mendapat penilaian kurang kompeten dalam kompetisi Pilpres 2024.
Pengamat politik dan akademisi, Rocky Gerung, mengungkapkan hal ini, terutama setelah melihat campur tangan Presiden Jokowi yang signifikan dalam proses pencapresan Ganjar.
“Ganjar ini memang tidak cukup pede ya maju kalau tanpa dukungan Presiden Jokowi. Saya kira PDIP juga tidak cukup pede kalau tanpa dukungan Pak Jokowi, gitu ya” ungkap Rocky.
“Sementara Pak Jokowi sendiri sekarang kan sedang berjuang, bagaimana menjaga nyala lilinnya, agar lilinnya tetap menyala,” sambungnya.
“Ganjar ini kan hasil tukar tambah antara dua makelar, itu bahayanya. Jadi dia kehilangan otonomi itu. Dia tahu bahwa dia diasuh oleh Jokowi tapi dia perlu legitimasi 20% dari Megawati di situ dilemanya tuh,” terangnya.
Menurut Rocky, Jokowi menyadari bahwa Megawati tidak akan mengurangi pengaruhnya untuk memastikan popularitas Ganjar Pranowo mencapai masyarakat.
“Nah kalau kita lihat dari segi presidensalitas, apa namanya tuh postur sebagai presiden ya Ganjar sudah lemah,” lanjutnya.
“Jadi terlihat betul bahwa suasana batin Ganjar itu bukan suasana seorang presiden yang punya otonomi,” paparnya.
“Nah itu yang akan menimbulkan juga citra di luar negeri, bagaimana investor mau datang kalau calon presidennya atau setelah jadi presiden, dia enggak punya grip terhadap dirinya sendiri. Nah watak ini adalah Ganjar yang dari awal tuh siksa kiri-kanan,” pungkasnya. (*) (WARTA EKONOMI)
Baca Juga: 3 Zodiak yang Memastikan untuk Mendapat Waktu Tidur Berkualitas, Ada Taurus
(*/Haekal)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Setelah 21 Tahun, Akankah Transjakarta Akhiri Era Tiket Murah Rp 3.500?
-
Misi Kemanusiaan Miss Cosmo 2025: Perkuat Akses Operasi Bibir Sumbing Gratis di Indonesia
-
Izin Bodong! Daycare Little Aresha Jogja Ternyata Tak Berizin, 53 Anak Jadi Korban Kekerasan
-
Tren Arsitektur Hijau 2026: Material Eco-Friendly Jadi Standar Baru Bangunan
-
Satu Kamar Diisi 20 Anak! Polresta Jogja Bongkar Praktik Tak Manusiawi di Daycare Umbulharjo
-
Provinsi Banten Bebaskan Pajak Kendaraan Listrik
-
Menyusuri Jalur Surade Sukabumi-Bogor: Seluruh SPBU Kosong Bio Solar, Truk Beras Terhambat
-
Narasi Pemerintah soal Harga Tiket Pesawat Naik 13 Persen Dinilai Menyesatkan
-
5 Rekomendasi Track Gowes di Bogor yang Ramah Bapak-bapak, Cocok Buat Sehat Bareng Komunitas
-
Amerika Serikat Perluas Blokade Iran ke Selat Hormuz Hingga Samudra Pasifik dan Hindia