SUARA CIANJUR - Penggunaan tilang manual kembali diberlakukan sementara ini sebagai solusi atas keterbatasan infrastruktur tilang elektronik yang masih terbatas.
Dalam hal ini, kamera ETLE mobile berperan penting dalam menindak pelanggaran lalu lintas secara otomatis dan efisien.
Namun, jumlah kamera yang tersedia saat ini belum mencukupi untuk meliputi seluruh daerah yang membutuhkan pengawasan.
Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Sandi Nugroho, mengungkapkan bahwa keterbatasan jumlah kamera Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) mobile atau tilang elektronik menjadi salah satu alasan mengapa polisi kembali menerapkan tilang manual.
Sandi menjelaskan kepada wartawan bahwa ke depannya, apabila pengadaan kamera ETLE semakin banyak dan mampu mencakup area-area tertentu, tilang manual tidak akan digunakan lagi.
"Ya nanti Insya Allah ke depan apabila pengadaan sudah semakin banyak, tempat-tempat tertentu juga bisa di-cover dengan ETLE maka tilang manual juga tidak akan kita gunakan lagi," papar Sandi.
Meskipun tilang manual dianggap sebagai langkah sementara, Polri tetap berkomitmen untuk terus meningkatkan penggunaan tilang elektronik guna memperbaiki penegakan hukum di bidang lalu lintas.
Dengan peningkatan infrastruktur dan pengadaan lebih banyak kamera ETLE, Polri berharap dapat mengurangi kebutuhan akan tilang manual di masa depan.
Sementara tilang manual masih diberlakukan, Polri akan terus melakukan evaluasi terhadap penggunaan kamera ETLE dan kebutuhan tilang manual.
Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa penegakan hukum di bidang lalu lintas dapat dilakukan dengan optimal, sesuai dengan perkembangan teknologi dan infrastruktur yang ada. (*)
(*/Haekal)
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Menakar Ego, Hak Cipta, dan Harmoni yang Hilang di Film Power Ballad
-
Viral Ajudan Danrem Lari Tanpa BIB di Jogja Marathon, Korem 072 Sebut Nomor Diduga Terlepas
-
Biar Tak Bolak-balik, Banggar DPR Langsung Getok Persetujuan Pagu Anggaran 7 Kemenko untuk 2027
-
Sanksi FIFA Halangi Persib Bandung Umumkan Luka Menalo Sebagai Rekrutan Baru
-
Pasang AC Kamar Bagusnya di Mana? Ini 4 Posisi yang Baik Menurut Feng Shui
-
Ars Longa: Generatio, Awal Trilogi ARTJOG Bicara soal Warisan Luka
-
Mengapa Daihatsu Terios Tua Masih Jadi Pilihan di Saat Pasar Dibanjiri Model SUV Baru
-
6 Fakta Wanita di Bandung Disekap dan Disiksa Selama 3 Tahun hingga Lumpuh
-
Klub Super League Wajib Pakai Pelatih Lokal Mulai Musim 2026/2027
-
55 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Juni 2026: Klaim TWG 118-119 dan 10.000 Gems