SUARA CIANJUR - Pakar hukum tata negara dan pengamat politik, Refly Harun, telah mengungkapkan kekhawatirannya terhadap pelaporan yang dilakukan oleh relawan Ganjar Pranowo terhadap Anies Baswedan ke polisi, dengan menyebutnya sebagai ancaman terhadap demokrasi.
Refly Harun melalui kanal YouTube-nya menyoroti tindakan tersebut dan meminta Ganjar Pranowo, sebagai orang yang berada di belakang relawan tersebut, untuk turun tangan menegur relawannya yang melaporkan Anies Baswedan.
“Harusnya Ganjar Pranowo sebagai orang yang punya relawan tegur relawan seperti ini,” tutur Refly di kanal Youtube-nya, dikutip Cianjur.Suara.Com, Rabu (24/05/2023).
Menurutnya, jika hanya masalah perbedaan selera terkait pendapat seseorang, melaporkan pihak lain yang dianggap tak sejalan ke polisi adalah tindakan yang merusak demokrasi.
Refly pun menambahkan bahwa jika seperti ini, Indonesia ditertawakan oleh negara lainnya.
“Ini merusak demokrasi,” katanya.
“Negara kita diketawain orang kalau seandainya perbedaan pendapat diselesaikaan meja penegakkan hukum hanya karena dianggap salah mengutip data,” tambahnya.
Menurut Refly Harun, melaporkan Anies Baswedan hanya karena salah mengutip data terlalu berlebihan dan tidak seharusnya dibawa ke ranah hukum.
Lebih baik, menurutnya, jika terjadi adu data yang benar dan dinilai lebih akurat sebagai bentuk penyelesaian perbedaan pendapat, bukan melaporkan orang hanya karena tidak sesuai dengan selera.
“Maksudnya apa? Biar dipenjara? Apakah Anies membuat suatu tindakan kriminal? Kalau seandainya salah mengutip data maka jawab dengan data yang benar dan dinilai lebih akurat,” tegasnya
“Seperti TGB mau membantah Anies malah diketawai oleh anggota DPR Demokrat, tetapi apa yang dilakukan TGB itu salah satu upaya menyeimbangkan informasi, tapi ini relawan Ganjar malah melaporkan Anies ke polisi,” tambahnya.
Refly Harun juga mengungkapkan keheranannya terhadap bagaimana Indonesia dapat menjalankan demokrasi dengan baik jika seseorang dilaporkan ke polisi hanya karena pendapatnya tidak sesuai dengan selera orang lain.
Menurutnya, hal ini mencerminkan penyimpangan dalam demokrasi.
“Bagaimana bisa berdemokrasi dengan cara seperti ini kalau kita tidak setuju dengan pendapat dan data yang disampaikan orang lalu kita laporkan ke Bareskrim,” jelasnya.
“Saya hanya geleng-geleng kepala, ini yang sebenarnya menyedihkan di era pemerintahan Presiden Jokowi ketika makin banyak orang yang menggunakan polisi untuk mengkrangkeng lawan, aneh bin ajaib. Untungnya bareskrim tolak, kalau diterima rusak demokrasi kita,” tambahnya. (*)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Meski Lolos dari Frontier Market, IHSG Tetap Merah Pagi ini di level 6.300
-
Red Riding Hood Jadi Detektif, Adaptasi Anime TV Dijadwalkan Tayang 2027
-
5 Shade Bedak untuk Kulit Cerah agar Wajah Tidak Pucat dan Makeup Flawless
-
Amplop Suhardiman Amby, KPK Berpeluang Periksa Kapolres Kuansing dan Ajudan Raja Juli
-
Pemegang Saham Waspada, CPIN dan GOTO Hengkang dari MSCI Global Standar Indexes
-
Chery Indonesia Catat Lonjakan Pemesanan di GIIAS 2026
-
Harga Pangan Hari Ini: Cabai Makin Pedas, Rawit Merah Tembus Rp61.700/Kg
-
Waspada WhatsApp Kena 'Account in Review', Segera Atur Privasi Grup Biar Orang Asing Tak Bisa Add
-
Kejagung Tahan 2 Tersangka Korupsi Pajak Pulp PT TPL, Kerugian Capai Rp2 Triliun
-
Huawei Pura 90s Series Siap Masuk Indonesia Pamer AI dan Kamera Telephoto 200MP