SUARA CIANJUR - Eko Kuntadhi, seorang pegiat media sosial, mengeluarkan peringatan kepada para pemilih mengenai latar belakang Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, menjelang Pemilihan Presiden 2024.
Eko awalnya mengungkapkan bahwa terdapat perubahan dalam cara berpolitik dan berkampanye yang digunakan oleh Prabowo Subianto jika dibandingkan dengan tahun 2014 dan 2019.
Ia menyoroti bahwa cara Prabowo yang agresif dan langsung menyerang lawan tidak lagi digunakan.
“Tapi yang paling penting Apakah karakter seseorang itu sesuai dengan apa yang diomongin atau sesuai dengan yang ditampilkan di brosur hari ini?,” kata Eko dikutip Cianjur.Suara.Com dari kanal Youtubenya, Rabu (25/05/2023).
“Apakah misalnya Pak Prabowo sudah sedemikian berubah total ketika dia nanti berkuasa misalnya?” tambahnya.
“Apakah perubahan ini jadi permanen, dia jadi jauh lebih baik, jauh lebih merangkul? Jauh tidak akan melakukan serangan terhadap orang lain misalnya,” tanya Eko.
Eko juga mengungkapkan keraguan terhadap kemungkinan perubahan tersebut, terutama karena dalam teori psikologi, orang yang sudah berumur sulit untuk berubah.
“Kalau gua sih ngeliatnya dalam teori psikologi agak susah ya orang yang udah usianya cukup matang kayak Pak Prabowo itu,” pungkas Eko.
“Usianya 70-an tahun lebih itu, nggak bisa tiba-tiba karakternya berubah begitu saja. Karakter dia sudah terbentuk dari kecil sebagai anggota militer, sebagai keluarga Cendana dan kemudian sebagai ketua partai yang mungkin di partainya penguasa tunggal,” ungkapnya.
Baca Juga: Setelah Argentina, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Hadapi Brasil, Portugal, Maroko dan Rusia
“Karakter terbentuk dari berbagai perjalanan itu dan kita tahu karakter-karakter itu tumbuh ketika dia misalnya pada saat peristiwa 98 pada saat terjadinya suasana keos di Indonesia,” katanya.
Dia menyatakan bahwa karakter yang ditampilkan selama Pilpres 2014-2019 merupakan karakter yang nyata dan tidak mungkin berubah secara tiba-tiba.
“Ini cuma brosur saja kalau seandainya sekarang karakter politik yang ditampilkan itu berbeda,” kata dia.
“Yaitu gimmick politik tapi ketika dia jadi presiden siapapun akan kembali pada karakter aslinya, kembali kepada sifat dasarnya, kembali kepada cara berpikir lamanya, dalam proses pengambilan keputusan,” tambahnya.
“Dan gua nggak yakin Indonesia akan baik-baik saja, dipimpin misalnya oleh orang yang punya dalam tanda kutip suasana atau karakter yang semi otoriter kayak gitu,” ungkap nya. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah Bukan Rp300 Triliun, Ini Pertimbangannya
-
Cushion ESQA Oksidasi atau Tidak? Cek Kelebihan dan Review Pengguna sebelum Membeli
-
Tanding di Berlin, Tim Indonesia Ramaikan Piala Dunia Basket Putri 2026
-
Siapa Saja Peraih ESG Award 2026? Intip Daftar Emiten dan Investor Paling Berdampak di RI
-
Dikurung sebab Berbahaya, Dicintai sebab Berbeda: Juliette dalam Shatter Me
-
Melebihi Target, 4.000 Orang Registrasi Festival Yacht Gratis di Benoa
-
Baru Debut Langsung Nyekor, Aksi Striker Timnas Garuda Bikin Juara Belanda Gigit Jari
-
Wamenpar Ni Luh Puspa Sebut Perilaku Wisatawan Berubah, Incar Taman Rekreasi hingga Atraksi Wisata
-
7 Kebiasaan yang Bikin AC Boros Listrik, Sering Menyalakan dan Mematikan Salah Satunya
-
Ulasan Seasons of Blossom: Mengurai Luka, Duka, dan Tekanan Masa Remaja