SUARA CIANJUR - Ketika tidak ada ruang pengawasan terhadap penggunaan dana gelap dalam kampanye pemilu 2024, demokrasi Indonesia menghadapi ancaman yang serius.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang seharusnya bertanggung jawab atas pemilu yang jujur, adil, dan transparan, justru menghapus instrumen penting dalam bentuk aturan laporan penerimaan sumbangan dana kampanye (LPSDK).
Fadli Ramadhani, seorang peneliti dari Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), menyoroti penghapusan LPSDK oleh KPU sebagai sebuah tindakan yang menutup ruang pengawasan yang seharusnya ada.
Menurut Fadli, KPU seharusnya memahami pentingnya instrumen ini, namun tindakan penghapusan ini justru menunjukkan bahwa KPU menghancurkan banyak keberhasilan dalam pengaturan penyelenggaraan pemilu yang berintegritas.
"Harusnya KPU itu paham soal itu dan inikan semakin menunjukan bahwa KPU sekarang menghancurkan banyak sekali legacy pengaturan penyelenggara pemilu yang berintegritas" tutur Fadli.
Tanpa adanya LPSDK, sulit bagi pihak yang berwenang untuk memantau dan mengawasi dana kampanye yang masuk dan keluar.
Hal ini memberikan celah bagi praktik korupsi dan penggunaan dana yang tidak sesuai dengan aturan.
Pengawasan terhadap penggunaan dana kampanye sangat penting untuk memastikan bahwa semua peserta pemilu beroperasi dalam batas-batas hukum yang ditetapkan. (*)
Baca Juga: Ketum PSSI Erick Thohir Sidak SUGBK Jelang FIFA Matchday, Soroti Kenyamanan Ruang Ganti
Tag
Berita Terkait
-
Pernyataan Terbaru dari Mahfud MD tentang Pemilu 2024!
-
Dana Kampanye Parpol Kini Diwajibkan Transparan terhadap KPU, Guna Cegah Penyalahgunaan
-
Kolaborasi Partai di Pilpres! Ganjar Pranowo Gandeng PPP untuk Gaet Pemilih Gen Z
-
Dilaporkan ke Polisi soal Informasi Putusan MK, Denny Indrayana: Memasukkan Tangan Paksa Negara
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
- Merasa Dibohongi, Elza Syarief Mundur sebagai Pengacara Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya
Pilihan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
-
Demo Pakai Daster ke Istana, Aliansi Perempuan Tuntut Prabowo Turunkan Harga BBM dan Setop MBG
-
BREAKING NEWS: Kantor Dinas Pendidikan Sulsel Digeledah Kejati
-
Prediksi Argentina vs Aljazair: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
Terkini
-
Kritik Pedas Program MBG hingga Koperasi Desa, Mahasiswa Beri Ultimatum 7x24 Jam ke Pemerintah
-
Tak Semua Pasangan Langsung Gelar Resepsi, Kisah Izzky Alvaro yang Pilih Bangun Rumah Tangga Dulu
-
Istana Bogor Digerebek Mahasiswa Unpak, Suarakan Mosi Tidak Percaya ke Pemerintah
-
Terlanjur Cinta, Arema FC Pilih 'Bajak' Hansamu Yama dari Persija Jakarta
-
Profesi Butcher Kian Dilirik, Peluang Karier di Industri Kuliner Makin Terbuka
-
MBG Disebut Langgar HAM, Natalius Pigai Tuding Komnas HAM Tak Paham Aturan
-
Viral Momen IShowSpeed Jadi 'Presiden FIFA Dadakan', Tapi Cuma 5 Menit
-
BYD Kian Agresif di Jawa Tengah, Kejar Pertumbuhan Pasar Kendaraan Ramah Lingkungan
-
Bye Baju Menumpuk! Ini Solusi Laundry Cerdas dan Estetik ala Urban Lifestyle Masa Kini
-
Roy Keane di Balik Layar: Keluarga Tertutup dan Menantu Kontroversial