/
Minggu, 18 Juni 2023 | 10:45 WIB
Presiden Jokowi mengungkapkan pandangannya tentang pemanfaatan tenaga kerja asing, yang sering disebut sebagai "bule", dalam fungsi pengawasan proyek IKN Nusantara. (YouTube Sekretariat Presiden)

SUARA CIANJUR - Presiden Jokowi menyatakan pendapatnya mengenai penggunaan tenaga kerja asing, yang disebut sebagai "bule", untuk mengawasi proyek IKN Nusantara.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, telah mengumumkan rencana tersebut.

Baik Jokowi maupun Luhut, keduanya menyampaikan bahwa langkah ini perlu diambil untuk menjaga kualitas infrastruktur ibu kota baru.

"Kalau hanya satu dua yang mengarahkan, yang bisa mengontrol, mengawasi supaya hasilnya bisa kualitasnya baik, kenapa tidak," ucap Jokowi saat berkunjung ke Pasar Menteng Pulo, Kamis (15/6).

Jokowi juga menekankan bahwa rencana yang diajukan dalam rapat di Istana Negara khusus untuk peran pengawas dan bukan sebagai mandor.

Dia ingin memastikan bahwa kualitas bangunan di IKN Nusantara dijamin.

"Nanti kalau jelek gimana kualitasnya? Jangan nanti hasilnya kayak SD inpres mau?" ujarnya.

Sebelumnya, Luhut mengemukakan pentingnya langkah tersebut dengan mempertimbangkan kemampuan sumber daya dalam negeri.

Dia mengakui bahwa secara kualitas, sumber daya yang ada belum dapat menjamin bahwa bangunan-bangunan tersebut akan memiliki kualitas yang baik.

Baca Juga: PPP Ungkap Calon Cawapres Potensial di Luar Sandiaga Uno untuk Pilpres 2024

"(Kata orang) masa kita enggak bisa? Ya enggak bisa. Kualitas kita masih miring-miring, kita pakai saja dulu dia (bule-bule),” ungkap Luhut.

Luhut juga mengharapkan agar Indonesia tidak merasa malu untuk mengakui kehebatan orang lain.

“Tapi kalau enggak bisa, ya kita belajar. Berapa lama? mungkin 6 bulan, mungkin setahun. Sehingga kualitas bangunan kita bermutu. Kualitas bangunan kita kuat, tapi masih belok-belok,” jelas Luhut. (*)

Load More