/
Minggu, 18 Juni 2023 | 12:15 WIB
Said Abdullah, Ketua DPP PDIP, mengemukakan pernyataan yang fokus pada Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sebagai sebuah partai kecil yang mengganggu. (Batamnews.co.id)

SUARA CIANJUR - Ketua DPP PDIP Said Abdullah mengeluarkan pernyataan yang menyoroti Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sebagai partai kecil yang mengganggu, setelah politisi PSI Ade Armando menyebut Ganjar Pranowo meneken kontrak politik dengan PDIP.

Pernyataan Ade menimbulkan kontroversi dengan menyiratkan bahwa jika Ganjar terpilih sebagai presiden, PDIP akan memiliki kendali penuh atas penentuan menteri dan posisi strategis lainnya.

Namun, Said Abdullah dengan tegas membantah klaim tersebut dan menilai bahwa pernyataan Ade hanyalah upaya PSI untuk mendapatkan perhatian publik dengan mengganggu partai besar seperti PDIP.

Dalam pandangan Said Abdullah, PSI dianggap sebagai partai kecil yang belum memiliki pengaruh signifikan dalam kancah politik nasional.

Sebagai ketua DPP PDIP, Said Abdullah mempertahankan keyakinannya bahwa PDIP adalah partai yang kuat dan mapan.

Dia menekankan bahwa PDIP memiliki pengalaman yang luas dalam berpolitik dan memiliki jejak rekam yang terbukti sebagai partai yang mengedepankan demokrasi dan kepentingan rakyat.

Pernyataan Ketua DPP PDIP Said Abdullah tentang PSI sebagai partai kecil yang mengganggu menunjukkan pandangan kuatnya terhadap posisi dan kekuatan PDIP.

Dia membantah klaim Ade Armando dan menegaskan bahwa PDIP akan terus bekerja keras untuk memperjuangkan aspirasi rakyat dan membangun negara yang lebih baik, tanpa terpengaruh oleh serangan politik dari partai-partai kecil. (*)

Baca Juga: Rafael Struick dan Ivar Jenner Tampil Apik di FIFA Matchday, Legenda Ini Soroti Kebijakan Naturalisasi

Load More