SUARA CIANJUR - Pemerintah Provinsi Jawa Barat bentuk tim investigasi guna menyelesaikan polemik yang terjadi di Pesantren Al Zaytun, Kabupaten Indramayu.
Diketahui tim investigasi ini terdiri dari Majelis Ulama Indonesia atau MUI, organisasi masyarakat Islam, para kiai atau ulama dan Kesbangpol Pemprov Jabar.
Ridwan Kamil akan segera menugaskan tim investigasi dari Pemprov Jabar selama 7 hari kedepan untuk mencari fakta dan tabayun.
“Saya meminta pihak Pesantren Al Zaytun untuk kooperatif dan memberikan jawaban seluas luasnya. Jika tidak kooperatif maka akan ada konsekuensi hukum dan administrasi terkait eksistensi lembaga pendidikan dibawah binaan Kementerian Agama,” kata Ridwan Kamil dikutip dari Instagram @ridwankamil, Senin (19/6/2023).
Ridwan Kamil mengatakan saat ini pihaknya tidak bisa gegabah dalam mengambil keputusan terkait polemik Al Zaytun, karena kewenangannya ada di ranah Kementerian Agama.
Dengan pembentukan tim investigasi ini menurutnya adalah hasil dari diskusi Pemprov Jabar dengan pada kiai dan ulama yang dilakukan pagi tadi bersama Wakil Gubernur Uu Ruzhanul Ulum.
“Usut tuntas pak, Indonesia harus dihindarkan dari pendidikan yang menyimpang,” komen salah satu netizen.
Selain itu juga banyak yang merespon positif, agar tim investigasi setelah diturunkan tidak terpengaruh.
“Semoga tim investigasi yang diturunkan tidak terpengaruh apa yang diucapkan oleh orang-orang dalam mereka seperti yang sudah-sudah, ketika berkunjung ke sana malah banyak yang berubah pikiran dan menganggap seolah tidak ada apa-apa,” komen netizen lainnya.(*)
Baca Juga: Hasil Survei Terbaru IPO, Anies Baswedan Salip Ganjar Pranowo di Urutan Kedua
Tag
Berita Terkait
-
Indonesia vs Argentina: Momen Langka, Petugas Bawa Ember Bersih-bersih Lapangan SUGBK saat Jeda, Buat Apa?
-
Bukan Panji Gumilang? Ternyata Ini Sosok Pemilik Ponpes Al Zaytun yang Asli
-
Timnas Indonesia vs Argentina: Calo Pasang Banderol Rp2 Juta untuk Tiket Kategori Dua, Warga Pilih Gelar Nobar di GBK
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Terkini
-
Piala Presiden 2026: Gol Bunuh Diri Konyol Nodai Debut Shin Tae-yong
-
ICCS 2026: Dorong Konten Kreator Tak Hanya Berdiskusi, tapi Langsung Berkarya
-
Notarace 2026: Gaya Hidup Sehat Menjadi Momen Silaturahmi Ribuan Notaris
-
Rehabilitasi Mangrove Berkelanjutan, 21.060 Bibit Ditanam di Pesisir Jakarta
-
Pembalut Kain Makin Dilirik, WCC Palembang Kenalkan Cindo-Pads untuk Menstruasi Sehat
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Dari Parenting hingga Drone, Dua Kreator Ungkap Pesona Pesisir Jakarta
-
Merawat Nyala Wayang Palembang, Warisan Kesultanan yang Menjadi Ruang Belajar Generasi Muda
-
Promo Spesial BRI, Makan Enak di Ramen Girl Dapat Potongan Harga!
-
Usut Bentrokan Menteng, Polisi Dalami Peran 15 Orang yang Diamankan