Suara.com - Pemimpin Pondok Pesantren atau Ponpes Al Zaytun yakni Panji Gumilang dituding sebagai sosok yang paling bertanggung jawab terkait kontroversi yang menyelimuti ponpes itu.
Panji dinilai sebagai sosok pemilik yang ambil andil paling besar dalam operasional hingga ajaran-ajaran Ponpes Al Zaytun yang kerap dinilai menyimpang.
Adapun ponpes ini menuai berbagai kontroversi publik dari ajaran menyimpang hingga dugaan pelecehan seksual.
Usut punya usut, Panji ternyata bukan pemilik tunggal ponpes ini.
Bak pepatah udang di balik batu, ada beberapa sosok yang menjadi pemilik Ponpes Al Zaytun.
Mencari jejak kepemilikan Al Zaytun
Ponpes Al Zaytun didirikan dengan nama resmi Mahad Al Zaytun.
Melansir situs resmi, Mahad Al Zaytun didirikan oleh Yayasan Pesantren Indonesia (YPI). Laman resmi Al Zaytun juga mengklaim bahwa ponpes ini adalah milik umat Islam bangsa Indonesia dan umat bangsa lain di dunia, timbul dari umat, oleh umat, dan diperuntukkan bagi umat.
Al Zaytun didirikan dengan motto "Al-Zaytun Pusat Pendidikan Pengembangan Budaya Toleransi dan Perdamaian Menuju Masyarakat Sehat, Cerdas, dan Manusiawi."
Pembangunan ponpes ini dimulai pada tahun 1993 silam, namun baru beroperasi pada 1999 usai diresmikan oleh BJ Habibie yang kala itu merupakan Presiden RI.
Adapun Panji Gumilang adalah salah satu sosok yang aktif dalam pendirian ponpes ini. Panji sempat berkelana ke sana kemari untuk mencari lahan yang cocok untuk didirikan ponpes namun kerap tak berjodoh.
Akhirnya, Panji menemukan lahan yang cocok di desa Mekarjaya, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu.
Panji membeli tanah tersebut dengan harga relatif murah lantaran tanahnya kurang subur untuk bertani. Uang untuk membeli tanah itu didapati dari gaji Panji dan wakaf dari 60 temannya.
Bikin kontroversi hingga didemo umat Islam
Selama ponpes ini berdiri, Al Zaytun kerap memupuk kontroversi publik dari barisan salat yang mencampuradukan laki-laki dengan perempuan, menebus dosa zina dengan uang, hingga dugaan adanya kekerasan seksual terhadap santriwati.
Berita Terkait
-
Ajaran Panji Gumilang Dicap Sesat, Seruan Ulama Aceh: Wahai Polisi Negara Tangkaplah, Kalau Perlu Tembak Mati!
-
11 Tahun Mondok di Ponpes Al Zaytun, Pemuda Ini Tepis Adanya Perzinaan, Abu Farhan: Tinggi Ilmu, Orang Akan Semakin Beradab
-
Komentar Pedas UAS soal Ponpes Al-Zaytun, Singgung Aliran Sesat
-
Polemik Ponpes Al-Zaytun, Ridwan Kamil Bentuk Tim Investigasi, Ini 2 Sasarannya
-
Profil Pendiri Ponpes Al Zaytun Panji Gumilang, Sosok Kontroversial Lulusan UIN
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
Terkini
-
Jokowi Dijadwalkan Kunjungi Lampung Akhir Juni, PSI Sebut Antusiasme Warga Tinggi
-
Buntut Aksi Anarkis Viral di Tol JORR, Sopir Taksi Online Diciduk Polisi di Ciputat
-
Skandal WO Marwah: 58 Calon Pengantin Tertipu, Total Kerugian Tembus Rp2,6 Miliar
-
Tak Perlu Tunggu 32 Tahun, Ray Rangkuti Ungkap Alasan Rezim Sekarang Lebih Cepat Digoyang
-
Gagal 'Pelaminan', Pasutri Pemilik WO Marwah Kini Berakhir di Sel Tahanan
-
Prabowo Diminta 'Pensiun' Keliling Dunia, Saatnya Oper Misi Diplomatik ke Menlu Sugiono
-
Dinasti Politik Tak Lagi Vulgar Ala Orba, Kini Lebih Licin dan 'Main Cantik'
-
Pakar Sebut Hakim PN Jakpus Bisa Kabulkan Gugatan LCC Empat Pilar MPR, Jadi Terapi Kejut
-
KPK Didesak Segera Periksa Dirjen Bea Cukai Djaka Terkait Kasus Suap Blueray Cargo
-
Ray Rangkuti Sentil Mentalitas '5D' DPR: Datang, Duduk, Duit, dan Jadi Jubir Pemerintah