- Indeks Harga Saham Gabungan terkoreksi 0,28 persen ke level 5.886 pada perdagangan Kamis, 11 Juni 2026 kemarin.
- Pelemahan terjadi akibat aksi ambil untung investor serta dampak negatif dari berbagai sentimen ekonomi eksternal global.
- Tekanan pasar mereda berkat efisiensi anggaran Makan Bergizi Gratis dan penguatan signifikan pada sektor keuangan domestik.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah pada perdagangan Kamis, 11 Juni 2026. IHSG terkoreksi 16,34 poin atau 0,28 persen ke level 5.886.
Berdasarkan riset Phintraco Sekuritas, pelemahan IHSG dipicu aksi ambil untung (profit taking) setelah indeks mencatat penguatan signifikan dalam dua hari perdagangan sebelumnya. Sentimen eksternal juga turut menekan pasar.
"Koreksi tajam pada indeks di Wall Street, kenaikan harga minyak, pelemahan harga emas, serta meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, sempat menjadi sentimen negatif yang memicu terjadinya profit taking setelah indeks mengalami penguatan signifikan selama dua hari berturut-turut," tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya.
Namun, tekanan terhadap IHSG mulai mereda setelah muncul laporan bahwa Amerika Serikat telah menyelesaikan serangan terhadap Iran dan harga minyak dunia kembali melemah.
Selain itu, sentimen positif dari dalam negeri juga turut menopang pergerakan pasar. Salah satunya berasal dari kabar pemerintah yang akan melakukan efisiensi anggaran pada program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dari sisi sektoral, sektor bahan baku (basic materials) menjadi penekan utama dengan koreksi 4,27 persen. Sebaliknya, sektor keuangan menjadi penopang pasar dengan penguatan tertinggi sebesar 1,36 persen.
Di pasar valuta asing, nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup melemah 0,25 persen ke level Rp17.989 per dolar Amerika Serikat (AS).
Secara teknikal, Phintraco Sekuritas menilai peluang penguatan IHSG masih terbuka.
"MACD berpotensi membentuk Golden Cross dan IHSG ditutup di atas level MA5 dan MA10. Sehingga diperkirakan IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan dengan menguji level 5.900-5.950," tulis Phintraco Sekuritas.
Baca Juga: Investor Mulai Ambil Cuan, IHSG Ambruk Lagi 1,91% di Sesi I
Data Perdagangan
- Nilai transaksi: Rp22,11 triliun
- Volume transaksi: 30,39 miliar saham
- Frekuensi transaksi: 2.293.489 kali
Saham Top Value
- BBCA: 5.825 (+3,10 persen)
- TPIA: 1.785 (-1,38 persen)
- BBRI: 2.850 (-1,04 persen)
Saham Top Volume
- BUMI: 140 (-2,78 persen)
- TPIA: 1.785 (-1,38 persen)
- DSSA: 730 (-7,59 persen)
Saham Top Gainers LQ45
- ISAT: +4,41 persen
- BBCA: +3,10 persen
- KLBF: +2,84 persen
Saham Top Losers LQ45
- HRTA: -13,94 persen
- CUAN: -8,90 persen
- AMMN: -7,55 persen
Sektor Terkuat
- IDX Finance: +1,36 persen
- IDX Health: +0,74 persen
- IDX Property: +0,70 persen
Sektor Tertekan
- IDX Basic Materials: -4,27 persen
- IDX Energy: -2,12 persen
- IDX Transportation: -1,41 persen
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Honda Vario 160 Teranyar Dikabarkan Meluncur Akhir Bulan Ini, Tampang Lebih Agresif
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Zulhas Bongkar Data MBG, 63,1 Juta Penerima Manfaat Bakal Diverifikasi Ulang
-
Perusahaan yang Dipercaya Publik Punya Peluang Tumbuh Lebih Besar
-
Harga Minyak Meroket Imbas Perang AS-Iran Meletus Lagi, Trump: Bom Habis-habisan!
-
MBG Bakal Ditarik dari Sekolah Elit, Fokus Daerah Terpencil
-
BPK Dukung BULOG Wujudkan Swasembada Pangan Lewat Tata Kelola Akuntabel
-
Transaksi Melonjak 103%, RI Masuk Peringkat 7 Dunia Adopsi Kripto
-
Rupiah Melemah ke Rp17.988, Dipicu 'Ulah' Trump dan Rapor Merah Ritel Domestik
-
Hunian Tapak Masih Jadi Primadona di Tengah Lesunya Pasar Properti
-
Masyarakat RI Masih Malas Belanja, Penjualan Eceran Anjlok 11,6% di April
-
Rupiah Nyaris Kembali ke Level Rp18.000 per Dolar AS, BI Sudah Siap-siap