SUARA CIANJUR - Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengungkapkan pentingnya memberikan upah yang adil bagi kelas pekerja di Indonesia, melebihi hanya sekadar Upah Minimum Regional (UMR).
Pernyataan tersebut disampaikannya dalam pidato pada acara The First Defend ID's Day di PT Dirgantara Indonesia, Bandung, pada hari Jumat (15/6).
"Kita tidak mau anak-anak Indonesia, kita tidak mau rakyat Indonesia hanya selalu menerima UMR, UMR, UMR," ucap Prabowo.
Prabowo Subianto memastikan bahwa Indonesia memiliki banyak generasi muda yang memiliki potensi luar biasa.
Ia sering berinteraksi dengan anak muda Indonesia di berbagai negara seperti Jepang, Eropa, Timur Tengah, dan Amerika Serikat.
Ia melihat mereka bekerja di perusahaan-perusahaan besar dan terkemuka di luar negeri.
Prabowo tidak merasa prihatin dengan hal tersebut. Suatu saat nanti, ia berharap generasi muda tersebut akan kembali ke Indonesia untuk memberikan kontribusi dalam pembangunan negara.
"Tidak ada masalah. Biar mereka kerja di luar. Biar mereka dapat pengalaman, biar mereka menimba ilmu, pada saatnya mereka kembali membangun industri kita," tegas Prabowo.
Prabowo Subianto menekankan pentingnya bagi Indonesia untuk mengoptimalkan sumber daya alam yang melimpah.
Baca Juga: Heboh! Coldplay Gelar Konser 5 Hari di Singapura, Tiket Ludes!
Ia berpendapat bahwa semua sumber daya tersebut sebaiknya diolah di dalam negeri guna memberikan manfaat yang lebih besar, terutama dengan membuka peluang kerja yang luas.
"Pemerintah kita sekarang melaksanakan program hilirisasi. Tidak boleh kita ekspor tidak boleh kita jual bahan mentah. Kita harus olah di Indonesia. Pabrik-pabrik semuanya harus di Indonesia. Anak-anak Indonesia harus bekerja dengan baik dan harus mendapat gaji yang layak," pungkas Prabowo. (*)
Berita Terkait
-
Prabowo Subianto Mengungkap Alasan Positif Merapat ke Pemerintahan Jokowi
-
Hasil Survei Terbaru IPO, Anies Baswedan Salip Ganjar Pranowo di Urutan Kedua
-
Survei Jokowi Dukung Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto, Mana yang Menang?
-
Ini Permintaan Gerindra untuk Dewan Pimpinan di Malaysia tentang Pencapresan Prabowo Subianto
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah
-
PERADI Profesional Dikukuhkan, Bawa Standar Baru Profesi Advokat
-
Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi
-
Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?
-
Ketika Gaji Hanya Singgah, Anak Muda Makin Belajar Menjaga Nilai Uang
-
Mantan Ketua KPPU Soroti Denda Rp 755 Miliar untuk Pinjol, Sebut Ada Kekeliruan Fundamental
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Sinopsis My Dearest Assassin, Film Thailand Penuh Aksi dan Romansa yang Tayang di Netflix
-
Suasana Hangat Warnai Kunjungan Rajiv ke SLB Lembang, Bantuan PIP hingga Kursi Roda Disalurkan
-
Modus Pijat dan Doktrin Patuh Guru, Cara Keji Kiai Ashari Berkali-kali Cabuli Santriwati