SUARA CIANJUR - Achmad Kholidin, kuasa hukum Johnny G Plate, memberikan klarifikasi terhadap framing yang menyebutkan bahwa Johnny Plate menyeret nama dan melempar tanggung jawab kasus korupsi BTS Bakti Kominfo kepada Presiden Joko Widodo.
Kholidin menegaskan bahwa apa yang disampaikan oleh kliennya dalam eksepsi adalah bahwa proyek BTS 4G merupakan program resmi pemerintah yang bertujuan mempercepat transformasi digital sebagaimana arahan Presiden.
Dalam jumpa pers yang digelar pada hari Rabu (5/7/2023), Achmad Kholidin menjelaskan bahwa narasi yang muncul di publik seolah-olah Johnny Plate melempar tanggung jawab kepada Presiden terkait dugaan kasus korupsi BTS Bakti Kominfo adalah tidak benar.
Ia menegaskan bahwa Johnny Plate hanya menjelaskan bahwa pengadaan BTS 4G pada periode 2020-2022 merupakan penjabaran pelaksanaan dari arahan Presiden yang disampaikan dalam berbagai rapat terbatas dan rapat internal kabinet.
"Narasi yang muncul di publik kan seolah-olah Pak Johnny lempar tanggung jawab ke presiden terkait dugaan kasus ini. Itu tidak benar, Pak Johnny hanya menjelaskan bahwa pengadaan BTS 4G 2020-2022 adalah penjabaran pelaksanaan dari arahan Presiden RI yang disampaikan dalam berbagai rapat terbatas dan rapat internal kabinet," tegas Achmad.
Lebih lanjut, Achmad Kholidin menyatakan bahwa Johnny Plate tidak bermaksud untuk menyalahkan atau melempar tanggung jawab kepada Presiden Joko Widodo.
Pernyataan Johnny Plate tersebut hanya dimaksudkan untuk memberikan pemahaman bahwa proyek BTS 4G adalah bagian dari program pemerintah yang dijalankan dengan arahan Presiden untuk mempercepat transformasi digital di Indonesia.
Ia menambahkan bahwa kliennya akan bekerja sama sepenuhnya dengan pihak yang berwenang untuk mengungkap fakta-fakta terkait kasus korupsi yang sedang ditangani. (*)
Berita Terkait
-
KPK Klarifikasi Terkait Isu Anak Rafael Trisambodo yang Masih Menempati Rumah Mewah di Simprug!
-
Alami Gangguan Kesehatan Mata Selama 6 Tahun, Kurnia Meiga Akui Masih Ingin Aktif di Dunia Sepak Bola: Kita Tak Tahu Mukjizat Allah
-
Surya Paloh Minta Ini ke Johhny G Plate, tentang Korupsi BTS?
-
Menteri Pemuda dan Olahraga, Dito Ariotedjo, Diperiksa sebagai Saksi Terkait Kasus Korupsi Infrastruktur Telekomunikasi
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim