SUARA CIANJUR - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan klarifikasi terkait kabar yang viral di media sosial yang menyebutkan bahwa salah satu rumah mantan pejabat pajak, Rafael Alun Trisambodo, masih dihuni oleh anaknya meskipun sudah disita oleh pihak KPK.
Kabar tersebut diunggah oleh akun Twitter @logikapolitikid yang menghebohkan publik.
"Kemarin KPK bilang mau cek rumah Simprug, noh abangnya si anak s***n anteng aja di rumah Simprug. KPK doyan banget bohongin publik," tulis akun Twitter tersebut dikutip Cianjur.Suara.com.
Kepala Bagian Pemberitaan KPK, Ali Fikri, menanggapi isu tersebut dengan menyatakan bahwa perkara gratifikasi dan tindak pidana pencucian uang atau TPPU yang melibatkan Rafael masih dalam proses penyidikan.
Ali menegaskan bahwa pembuktian aset-aset yang terkait dengan kasus tersebut akan dilakukan di pengadilan.
"Bila nantinya terdakwa divonis dengan dinyatakan salah melakukan korupsi maupun TPPU, dan harta yang disita tersebut harus dirampas. Baru kemudian dieksekusi dengan cara secara teknis dikosongkan dan dilelang untuk kas negara," kata Ali kepada wartawan.
Ali juga menekankan bahwa dalam proses penyidikan, aset-aset yang disita dapat dilakukan perawatan dengan menitipkannya kepada penghuni yang masih berada di dalamnya.
"Namun sama sekali barang tersebut tidak dapat dialihkan kepada pihak lain oleh penghuni dimaksud," pungkasnya.
Ali juga menjelaskan bahwa KPK terus memantau aset-aset sitaan guna memastikan nilai ekonomisnya tidak mengalami penurunan.
Baca Juga: Jengkel Syahnaz Masih Diam, Lady Nayoan Beri Ucapan Mak Jleb: Perempuan itu Bisa Jahat Loh!
"KPK juga terus memantau aset-aset sitaan dan memastikan nilai aset sitaan tidak berkurang secara ekonomis," katanya.
"Sehingga untuk itulah KPK sejak tahun 2020 telah membentuk direktorat khusus yang menangani dan mengelola barang bukti, sitaan dan rampasan serta melakukan eksekusinya," tambahnya. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Huawei Watch GT Runner 2 Meluncur Global: Smartwatch Ringan dengan Fitur Lari Canggih
-
Sang Kakak Ungkap Pertimbangan Jenazah Cucu Mpok Nori Ditumpuk
-
Rudal Iran Tembus Kota Nuklir Dimona, Pertahanan Udara Israel Makin Dipertanyakan
-
Hanya Berlaku Hari Ini, Tarif MRT Jakarta Dibanderol Rp243
-
Tragedi Nyaris Pecah di Karang Papak: 4 ABG Bandung Digulung Ombak, Polairud Terjang Arus Maut
-
Kiamat Sudah Dekat Kalau Amerika Nekat Buka Paksa Selat Hormuz Iran
-
Tiba-tiba Harga Suzuki Fronx Naik Hingga Rp8 Jutaan di Maret 2026, Cek Daftarnya
-
6 Sepatu Skechers Diskon di Sports Station, Sepatu Anak Mulai Rp200 Ribuan
-
FIFTY FIFTY Remake Lagu Legendaris Pink Floyd "Wish You Were Here"
-
Elkan Baggott Tiba di Jakarta, Comeback 'Anak Lanang' Bakal Jadi Pembeda?