/
Jum'at, 07 Juli 2023 | 20:00 WIB
PSSI telah melakukan seleksi wasit dan asisten wasit Liga 1. Namun dalam prosesnya terindikasi ada kecurangan berupa jual beli kunci jawaban. (ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana/rwa)

 SUARA CIANJUR PSSI melaksanakan seleksi wasit dan asisten wasit Liga 1 pada pertengahan Juni 2023 kemarin. Seleksi ini dilakukan dengan bantuan dari federasi sepak bola Jepang, JFA.

Namun, hal mengejutkan terjadi, beberapa waktu setelah digelar, pengamat sepak bola Akmal Marhali, menilai bahwa telah terjadi kecurangan dalam proses seleksi ini. 

Pendiri dari Save Our Soccer (SOS) ini menilai bahwa dalam proses seleksi ini, ada kebocoran soal dan jawaban untuk menutup kelemahan dari oknum yang tidak bertanggung jawab. 

“Hasil tes wasit dan asisten wasit Liga 1, ada kebocoran soal dan jawaban tes LOTG untuk menutup kelemahan di tes fisik dan video,” ujar Akmal Marhali dalam laman pribadi Threadsnya, dikutip Jumat (7/7/2023). 

Selanjutnya, Akmal Marhali menyebut budaya jual beli jawaban ini adalah budaya yang membuat sepak bola Indonesia sulit untuk maju. 

“Istilahnya jual beli kunci jawaban. Budaya dan tradisi yang bikin sepak bola Indonesia tak bisa maju,” lanjutnya. 

Pernyataan ini sontak mendapat reaksi publik. Ada yang mengatakan bahwa isu ini harus segera dikonfirmasikan kepada PSSI. 

“Ayo kalau sekarang Mulai langsung konfirm ke PSSI jangan lagi PSSI diobok2 terus sekarang sudah ke Arah yang baik ...bersama bersikap dewasa,” ujar salah satu netizen. 

Adapun kegiatan seleksi ini diikuti oleh 161 wasit, namun hanya 27 orang yang akan lolos. (*)

Baca Juga: Terlihat Sepele, Ini Segudang Manfaat Jalan Kaki Setiap Hari Bagi Tubuh!

Load More