SUARA CIANJUR - Hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh Kantor Bea Cukai Makassar telah diungkapkan mengenai Suarnati Dg Kanang (46), seorang jemaah haji perempuan asal Kota Makassar, Sulawesi Selatan, yang menjadi viral karena mengenakan emas seberat 180 gram setelah pulang dari Tanah Suci.
Bea Cukai menyatakan bahwa perhiasan emas yang ditunjukkan oleh Suarnati ketika tiba dari Makkah ternyata palsu atau imitasi.
"Berdasarkan hasil penelitian kami, barang (emas) tersebut bukan asli. Tetapi, imitasi," terang Humas Bea Cukai Makassar, Ria Novika.
Ria menyampaikan bahwa selain mengambil keterangan langsung dari Suarnati, Kantor Bea Cukai Makassar juga mengunjungi rumahnya.
Tindakan ini dilakukan untuk melakukan pemeriksaan terhadap perhiasan yang dimaksud.
Mereka juga berkoordinasi secara langsung dengan Pegadaian Makassar dalam hal ini.
"Kami juga sempat ke rumahnya melihat perhiasan yang dia bawa serta kami juga cocokan dengan video. Dan berdasarkan hasil uji dari Pegadaian dinyatakan secara keseluruhan bukan emas," ungkapnya.
Suarnati mengakui bahwa perhiasan yang dibelinya di Makkah bukanlah barang asli, melainkan hanya imitasi. Ia membeli perhiasan palsu tersebut dengan harga Rp 900 ribu.
"Memang barang ini dibeli dari luar. Saat ia ibadah haji," jelasnya.
Baca Juga: Apa yang Akan Terjadi Jika Bergabung dengan Koalisi KIR di Pilpres 2024?
Karena harga barang tersebut berada di bawah USD 500, Kantor Bea Cukai Makassar tidak menerapkan pajak kepada perempuan pengusaha burger tersebut.
"Jadi, itu dalam ketentuan barang bawaan penumpang, khususnya yang tiba dari Internasional ada pembebasan USD 500. Jadi selama barang itu belum atau berada di bawah 500 US dolar, maka akan diberikan pembebasan Bea masuk dan pajak dalam rangka impor," pungkasnya. (*)
Berita Terkait
-
Bea Cukai Makassar Periksa Jemaah Haji yang Pamer Emas, Cegah Pencucian Uang
-
Perawat Inggris Dipecat karena Bercinta dengan Pasien Hingga Meninggal Dunia
-
Rebecca Klopper Pulih dari Insiden Video Syur dan Kembali Aktif di Dunia Hiburan
-
Popo Barbie, Tahanan Kasus Video Asusila, Digoda Para Tahanan di Polres Kerinci
Terpopuler
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- 6 HP Realme Kamera Bagus dan RAM Besar, Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan
- Cushion Apa yang Tahan 12 Jam Tanpa Luntur? Ini 4 Pilihan Terbaiknya
Pilihan
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
Terkini
-
Perjuangkan Kesetaraan di Senayan, Ledia Hanifa Amaliah Digelari Legislator Peduli Disabilitas
-
LPSK Lindungi 20 Korban Pelecehan FH UI dari Potensi Intimidasi hingga Pelaporan Balik
-
Kasus Hery Susanto Jadi Alarm, Pakar Dorong Pembentukan Dewan Pengawas Ombudsman
-
wondr Kemala Run 2026 Dorong Aksi Donasi, Peserta Diajak Berlari Sambil Berbagi
-
Konsistensi Kawal Energi Hijau Lewat MPR, Eddy Soeparno Raih KWP Award 2026
-
Segelas Air dari Jantung Kekasihku
-
Bikin Macet Parah! Satpol PP Jatinegara Tertibkan 43 PKL Ular hingga Anjing di Balimester
-
Dituduh Operasi Wajah, Rossa Laporkan 78 Akun Medsos ke Bareskrim: Ada yang sampai Nangis Ketakutan
-
Rekrutmen 30 Ribu Manajer Kopdes Dinilai Dongkrak Konsumsi Desa, tapi Simpan Risiko Besar
-
Getol Perkuat Diplomasi Antar-Parlemen, Ravindra Airlangga Sabet KWP Award 2026