SUARA CIANJUR - Hubungan antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh, diprediksi akan semakin memanas menyusul pengangkatan Budi Arie Setiadi sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), yang menggantikan Johnny G Plate yang terjerat dalam perkara korupsi.
Keputusan ini tampaknya telah memicu ketegangan antara kedua pihak.
Dalam konteks politik Indonesia, pergeseran jabatan kabinet seperti penggantian Menkominfo menjadi hal yang sensitif.
Apalagi jika dilakukan oleh seorang Presiden terhadap seorang politisi dari partai pendukungnya sendiri.
Penunjukan Budi Arie Setiadi sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika tampaknya memberi kesan bahwa Nasdem tidak lagi dihargai oleh pemerintah, khususnya oleh Presiden Jokowi.
Pergeseran jabatan ini juga berdampak pada kekuatan politik Partai Nasdem.
Saat ini, partai tersebut hanya menyisakan dua kursi di dalam pemerintahan, yaitu Menteri Pertanian (Syahrul Yasin Limpo) dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Siti Nurbaya Bakar).
Slot yang berkurang ini menunjukkan kekuatan politik Nasdem mulai tergerus, dan hal ini bisa mengancam stabilitas koalisi yang telah dibangun selama ini.
Sebagai pengamat politik, Ujang Komarudin menyatakan bahwa keputusan Presiden Jokowi untuk menggeser Johnny G Plate dari jabatan Menkominfo dan menunjuk Budi Arie Setiadi sebagai penggantinya dapat diartikan sebagai sebuah sindiran terhadap Nasdem.
Baca Juga: Erick Thohir Menepis Rumor Joachim Low sebagai Direktur Teknik PSSI
Hal ini mungkin berhubungan dengan perbedaan dukungan antara Presiden Jokowi dan Partai Nasdem dalam konteks pilpres yang lalu.
Jika masalah ini tidak segera ditangani dengan bijaksana, maka hubungan antara Jokowi dan Surya Paloh dapat memburuk ke depannya. (*)
Berita Terkait
-
Hakim Tolak Seluruh Eksepsi:Pengadilan Tipikor Jakarta Tetapkan Lanjutkan Persidangan Johnny G Plate
-
Ketua Umum Projo Jadi Menkominfo, Tanda-Tanda Jokowi Mendukung Prabowo di Pilpres 2024
-
Erick Thohir dan Prabowo Subianto Santap Bersama dengan Presiden Jokowi, Sebuah Petunjuk Besar?
-
Budi Arie Setiadi, Jawaban Tegas Jokowi atas Kontroversi Nasdem
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim
-
Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok
-
140 Titik di Banten Darurat Air Bersih
-
Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon
-
Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam
-
Dari Pencurian Ayam hingga Bentrok Jalanan: Mengapa Amuk Massa Terus Berulang?
-
Dari Made in Indonesia ke Made by Indonesia, Mendorong Produk Lokal Naik Kelas