SUARA CIANJUR - Dari timbulnya ketidakpuasan hingga mengabaikan kebutuhan pasangan, berikut beberapa alasan mengapa menghindari argumen dapat berdampak buruk Konflik tidak dapat dihindari dalam sebuah hubungan.
Ketika dua orang terhubung secara emosional, pasti akan ada saat-saat ketika mereka memiliki perbedaan pendapat dan pandangan.
Namun, berbeda dengan kepercayaan umum, konflik sebenarnya merupakan hal yang sehat.
Konflik membantu kita memahami perspektif masing-masing. Seiring waktu berjalan, orang mengalami perubahan, dan konflik dan argumen membantu kita memahami pasangan dengan lebih baik, dan sebaliknya.
Namun, cara kita mengelola konflik dan mengatasi perbedaan menentukan apakah hubungan tersebut sehat.
Mengutip dari laman SCMP, "Hingga saat ini, saya selalu merasa sangat ingin menghindari konflik. Di masa lalu, saya bahkan akan melawan nilai dan keyakinan saya jika itu berarti saya bisa mencegah terjadinya sebuah argumen (bahkan jika saya tidak akan terlibat dalam argumen tersebut). Namun, saya menyadari bahwa konflik seringkali diperlukan dan ada cara yang sehat dan aman untuk bertengkar," tulis Terapis Klara Kernig.
Klara juga mencatat alasan-alasan mengapa menghindari argumen dan tidak mengatasi konflik pada waktu yang tepat berakibat buruk dan mempengaruhi hubungan:
1. Ketidakpuasan:
Ketika perasaan yang terpendam tidak diungkapkan dan tidak diatasi, mereka dapat berubah menjadi ketidakpuasan dan frustrasi seiring waktu.
Baca Juga: Pantes Gacor di BRI Liga 1, Dewa United Miliki Skuad dengan Nilai Transfer yang Gak Kaleng-Kaleng!
Hal ini membuat situasi semakin buruk karena orang menjadi marah dan merasa tidak puas terhadap satu sama lain.
2. Kebutuhan:
Dalam sebuah hubungan, penting untuk memahami kebutuhan, keinginan, dan harapan yang kita miliki satu sama lain.
Mengatasi konflik dengan cara yang sehat membantu kita memahami hal yang sama. Ketika kita gagal mengelola konflik, kita juga gagal memahami kebutuhan pasangan.
3. Tegangan:
Hal ini dapat menyebabkan tegangan dalam hubungan, mempengaruhi hubungan secara tidak sehat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
Terkini
-
Gajah Tunggal Rilis Ban Zeneos Starize Baru Ukuran 13 Inci dan 14 Inci
-
Rakyat Bukan Tim Sorak Kekuasaan, Pejabat Digaji Memang untuk Bekerja
-
Sinyal Cuan Piala Dunia 2026: 7 Saham Indonesia yang Berpotensi Cetak Gol untuk Investor
-
Manga Space Brothers Resmi Berakhir, Kreator Beri Petunjuk Proyek Baru
-
Apes! Niat Kencan Lewat Aplikasi OMI, Remaja Blitar Malah Masuk Jebakan Komplotan Pemeras
-
Perbedaan Spesifikasi, Fitur dan Harga 5 Varian Kawasaki KLX Terbaru: Kini Ada Versi XPL
-
Berawal dari Desa Kanreapia Gowa, Jamaluddin Menginspirasi Indonesia
-
Penumpang KA Jarak Jauh Wajib Tahu! Ada Pengalihan dari Gambir ke Jatinegara Imbas Demo di Jakarta
-
Meski Baru Juara di Arsenal, David Raya Tak Jadi Kiper Utama Spanyol di Piala Dunia 2026?
-
Baru Sebulan Pascabencana Mematikan, Izin Tambang Andesit Terbit di Kawasan Hulu Sumbar