SUARA CIANJUR - Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah membentuk tim khusus untuk membela Wakil Ketua Umum MUI, Anwar Abbas, dalam menghadapi kasus gugatan perdata yang diajukan oleh Pimpinan Al Zaytun, Panji Gumilang.
"MUI telah membentuk tim untuk membela beliau. Sampai saat ini dukungan terus mengalir, terutama mereka yang berprofesi sebagai penasehat hukum," tutur Wasekjen MUI Muhammad Azrul Tanjung di Jakarta, Senin, seperti yang dilansir di Antara.
Panji Gumilang sebelumnya menggugat Anwar Abbas dan MUI dengan tuntutan ganti rugi sebesar Rp1 triliun, karena merasa disudutkan oleh tuduhan yang dia nilai tidak berdasar dan didasarkan pada potongan video di platform TikTok.
Pengacara Panji Gumilang, Hendra Efendi, menyatakan gugatan tersebut dilakukan karena MUI dan Anwar Abbas diduga telah melakukan perbuatan melawan hukum dengan menyebarkan tuduhan tanpa dasar yang menimbulkan fitnah.
Wasekjen MUI, Muhammad Azrul Tanjung, menegaskan bahwa seluruh komponen umat Islam berada pada barisan terdepan untuk membela Anwar Abbas.
Bahkan Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) siap untuk mengawal kasus ini.
Masduki Baidlowi, Ketua MUI Bidang Informasi dan Komunikasi, menambahkan bahwa tindakan Anwar Abbas dalam mengklarifikasi adalah bukan bermaksud sebagaimana yang dituduhkan Panji Gumilang.
Menurutnya, Anwar Abbas adalah sosok pejuang Islam yang bertindak untuk melindungi masyarakat demi kepentingan Islam.
MUI telah menyiapkan tim hukum untuk menghadapi tuntutan perdata yang diajukan oleh Panji Gumilang.
"Kami dari MUI sudah menyiapkan tim terkait dengan proses hukum tersebut," katanya. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik
-
Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik