SUARA CIANJUR - Bima Sakti, pelatih Timnas Indonesia U-17, telah mengungkapkan rencananya untuk mengubah metode seleksi pemain diaspora yang akan bergabung dengan timnas.
Ia mengakui ketidakpuasannya dengan pendekatan sebelumnya, yang hanya mengandalkan video dan CV pemain dalam menentukan panggilan untuk pemusatan latihan.
"Saya tidak mau terulang lagi kemarin kami mengambil pemain diaspora hanya melihat video dan CV mereka." ungkap Bima dikutip Sabtu (2/9/2023).
Saat ini, Bima telah berhasil mendapatkan satu pemain diaspora, yakni Welber Halim Jardim, untuk mengisi salah satu slot dalam skuad Timnas U-17. Namun, ia masih memiliki dua slot lagi yang ingin diisi oleh pemain diaspora.
Bima Sakti menyatakan ketidakinginannya untuk mengulangi pengalaman sebelumnya yang hanya bergantung pada video dan CV pemain.
Untuk memastikan pemilihan pemain yang tepat, ia berencana untuk mengadopsi pendekatan yang lebih personal.
Pelatih asal Indonesia ini juga berencana melibatkan bantuan dari pelatih Frank Wormuth, yang juga tinggal di Belanda.
"Nanti pelatih Frank [Wormuth] akan bantu, karena beberapa pemain memang berasal dari Belanda, karena beliau juga tinggal di Belanda." jelas Bima.
Dengan bantuan Wormuth, yang memiliki pemahaman yang lebih baik tentang pemain diaspora yang berada di Belanda, Bima berharap dapat melihat langsung potensi pemain-pemain yang akan dipanggil.
Pendekatan ini akan memungkinkan mereka untuk lebih mendalam dalam mengevaluasi kualitas pemain dan memastikan bahwa pemilihan pemain diaspora untuk Timnas Indonesia U-17 benar-benar sesuai dengan kebutuhan tim.
"Frank akan melihat langsung nanti misalnya ada target satu, dua, atau tiga pemain akan dipanggil untuk ke Jerman nanti, dua slot, itu dilihat dulu bagaimana kualitasnya." pungkas Bima. (*)
Berita Terkait
-
Pelatih Timnas Taiwan U-23 Minder Menghadapi Timnas Indonesia U-23 yang Dihuni Pemain Bintang
-
Kritik Terhadap Sikap Shin Tae-yong oleh Pandit Sepak Bola Vietnam
-
Panggilan dari Shin Tae Yong Bela Timnas Indonesia, Elkan Baggott Dapat Sorotan Media Ternama Inggris
-
Beda dari yang Lain, Pieter Huistra Bangga Pemainnya Dipanggil Shin Tae Yong Bela Timnas Indonesia
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional
-
Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun
-
Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital
-
Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP
-
Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia
-
Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya
-
Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?
-
Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU
-
Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi
-
Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam