- FDC (31) ditangkap polisi setelah melakukan penganiayaan terhadap rekannya di toko miras Tipsy Time, Jakarta Barat, Senin (1/6/2026).
- Penganiayaan terjadi akibat cekcok saat pelaku dan korban berada di bawah pengaruh minuman keras hingga menyebabkan luka hidung.
- Pelaku kini diamankan kepolisian di Mapolsek Grogol Petamburan guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut terkait tindakan kekerasan yang dilakukannya.
Suara.com - Polisi menciduk FDC (31), seorang pelaku penganiayaan terhadap rekannya sendiri usai menenggak minuman keras (miras) di wilayah Tanjung Duren, Jakarta Barat.
Kanit Reskrim Grogol Petamburan, AKP Alexander Tengbunan, mengatakan peristiwa bermula ketika korban, pelaku, dan satu rekan lainnya asyik menenggak minuman keras di toko miras Tipsy Time.
“Nah, awalnya pelaku, korban, dan saksi ini nongkrong sambil (minum) miras di toko miras Tipsy Time,” kata Alexander di Mapolsek Grogol Petamburan, Senin (1/6/2026).
Akibat terpengaruh minuman beralkohol, pelaku kemudian terlibat cekcok dengan korban. Pelaku lantas melakukan aksi kekerasan hingga korban mengalami luka di bagian hidung.
“Pelaku menendangi kaki hingga korban terjatuh. Kemudian korban ditendangi bagian kepala yang mengenai tepat di hidungnya hingga hidungnya berdarah,” jelasnya.
Aksi tersebut kemudian dilaporkan masyarakat kepada pihak kepolisian. Setelah menerima laporan, polisi langsung menangkap pelaku.
“Korban setelah datang di Polsek, dilihat lukanya, hidungnya berdarah dan kemungkinan patah. Itu menurut kesaksian korban, tapi kami akan memastikan lagi berdasarkan visum,” ujar Alexander.
Hingga saat ini, lanjut Alexander, pihaknya belum menemukan motif lain dalam perkara tersebut. Sementara berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku mengaku lupa atas perbuatannya.
“Sampai saat kita memeriksa pelaku, dia tidak mengingat kejadiannya dengan alasan seperti itu, karena di bawah pengaruh alkohol,” katanya.
Baca Juga: Jakbar Bukan Gotham City! Wali Kota Iin Klaim Kriminalitas Tidak Lebih Tinggi dari Wilayah Lain
“Motifnya karena cekcok di dalam kafe. Itu aja, tidak belum ada ini, mungkin didasari dengan pengaruh alkohol. Sampai sekarang belum ada pengakuan bahwasanya ada motif asmara,” imbuhnya.
Berita Terkait
-
Jakbar Bukan Gotham City! Wali Kota Iin Klaim Kriminalitas Tidak Lebih Tinggi dari Wilayah Lain
-
TPS Tambora Uji Coba Eco Lindi untuk Atasi Bau Sampah dan Gas Metana
-
Masih Diselidiki, Polisi Sebut Video Viral Prostitusi Anak Bukan di Lokasari
-
Duduk Perkara Duel Maut Selebgram Brunei di Blok M: Cuma Gara-gara Ditegur, Nyawa Melayang
-
Saling Kenal dan Mabuk, Ini Motif Selebgram Brunei Woodyrman Hantam Rekannya hingga Tewas
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi
Pilihan
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
Terkini
-
Peneliti UGM Tak Temukan Kaitan Sistem Kelistrikan dengan Munculnya Api Misterius di Sleman
-
Prabowo-Megawati Asyik Masyuk di Gedung Pancasila, Kenapa Jokowi Tak Diundang?
-
Aturan Pendirian Rumah Ibadah Dinilai Gagal Lindungi Minoritas, Prabowo Diminta Cabut
-
Surat Pilu Eks Dirut Indofarma dari Rutan Salemba: Demi Allah dan Rasulullah, Saya Tidak Korupsi
-
Presidium Hak Beribadah Desak Prabowo Cabut PBM 2006 dan Terbitkan Perpres Jamin Kebebasan Beribadah
-
Prabowo-Mega Gandengan Tangan, Hasto Singgung 'Beban' Warisan Kebijakan Jokowi
-
Setara Institute: Jawa Barat Masih Jadi Wilayah dengan Pelanggaran Kebebasan Beragama Tertinggi
-
Siasat 'Gali Lubang Tutup Lubang' Bos WO Marwah Terbongkar: 58 Pasangan Ketipu Rp2,6 Miliar!
-
Perdana Menteri Qatar Temui Prabowo di Istana, Bawa Pesan Khusus dari Doha
-
Komunitas Kretek Desak Pemerintah Tak Telan Mentah-mentah Narasi Anti-Tembakau Global