/
Minggu, 01 Oktober 2023 | 15:15 WIB
Thomas Doll menilai para pemainnya tidak memiliki karakteristik yang bagus sehingga mudah terkena provokasi. (Dok. Persija Jakarta)

SUARA CIANJUR – Pelatih Persija Jakarta, Thomas Doll angkat bicara soal para pemainnya yang mudah terkena provokasi oleh lawan. Menurutnya, hal ini karena Andritany Ardhyasa tidak memiliki karakter yang bagus. 

“Tetapi jika para pemain kami memiliki karakteristik yang bagus dan mampu mengontrol jalannya pertandingan, pasti keributan dan ganjaran kartu kuning dari wasit tidak akan terjadi,” ujar Thomas Doll, dikutip dari web resmi Persija Jakarta, Minggu (1/10/2023). 

Hal ini dia ungkapkan setelah timnya bertanding lawan Persis Solo. Laga tersebut berlangsung panas, sehingga wasit mengeluarkan 12 kartu kuning plus satu kartu merah untuk Persis Solo. 

Menurut pelatih asal Jerman tersebut, para pemain harusnya bijak dalam melihat provokasi pemain Persis Solo karena ingin merusak ritme permainannya. 

“Menurut saya wajar saja para pemain Persis melakukan provokasi kepada pemain saya karena mereka ingin menghancurkan ritme permainan kami,” jelas Thomas Doll. 

Dalam laga tersebut, Persija Jakart harus rela meraih hasil imbang 2-2. Dua gol Persija Jakarta dicetak oleh Oliver Bias dan Aji Kusuma. Sedangkan dua gol Persis Solo dicetak oleh Sutanto Tan dan Althaf Indie. 

Atas hasil ini, Persija Jakarta masih terpaku di papan tengah klasemen, tepatnya di peringkat 9 dengan raihan 19 poin. (*)

Load More