/
Senin, 11 Juli 2022 | 13:17 WIB
dokumen PT Pertamina Patra Niaga

Deli.Suara.com - PT Pertamina Patra Niaga melakukan penyesuaian harga untuk produk bahan bakar khusus (BBK) atau BBM non-subsidi, diantaranya Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite serta LPG non subsidi yakni Bright Gas.

Untuk wilayah Sumatera Utara (Sumut), Pertamax Turbo (RON 98) terdapat penyesuaian harga menjadi Rp 16.550 sebelumnya Rp 14.800, Pertamina Dex (CN 53) menjadi Rp 16.850 sebelumnya Rp 14.000.

Dexlite (CN 51) menjadi Rp 15.350 per liter dari sebelumnya Rp 13.250. Untuk LPG non subsidi (Bright Gas) akan disesuaikan sekitar Rp 2.000 per Kg.

Penyesuaian ini memang terus diberlakukan secara berkala sesuai dengan Kepmen ESDM 62/K/12/MEM/2020 tentang formulasi harga jenis bahan bakar umum (JBU). Penyesuaian harga ini dilakukan mengikuti tren harga pada industri minyak dan gas dunia. 

"Saat ini penyesuaian harga kami lakukan kembali untuk produk Pertamax Turbo dan Dex Series. Tapi untuk BBK jenis Pertamax yang merupakan BBM non subsidi harganya tetap, tidak berubah, masih Rp 12.750 di Sumut," kata Area Manager Communication Relation & CSR Sumbagut PT Pertamina Patra Niaga, Taufikurachman, Senin (11/7/2022).

Pertamina juga memastikan tidak ada kenaikan harga bahan bakar subsidi, yaitu Pertalite, Solar, dan LPG 3 Kg di tengah tren harga Indonesian Crude Price (ICP) untuk BBM dan Contract Price Aramco (CPA) untuk LPG yang masih tinggi.

"Masyarakat tidak perlu khawatir, untuk produk Pertalite, Solar dan LPG 3 Kg tidak ada kenaikan harga," ujar Taufikurachman.

Perlu diketahui, harga minyak ICP per Juni menyentuh angka 117,62 USD/barel, lebih tinggi sekitar 37 persen dari harga ICP pada Januari 2022. 

Begitu pula dengan LPG, tren harga CPA masih tinggi pada Juli ini mencapai 725 USD/Metrik Ton (MT) atau lebih tinggi 13 persen dari rata-rata CPA sepanjang tahun 2021.

Baca Juga: Pesepeda Tewas Terserempet Transjakarta di Pasar Minggu, Sopir Disebut Sudah Bunyikan Klakson untuk Beri Peringatan

Load More