/
Rabu, 03 Agustus 2022 | 13:13 WIB
Ikan teri. (Ist)

Deli.Suara.com - Kota Medan populer sebagai destinasi wisata kuliner di Indonesia. Salah satu makanan yang sering diburu sebagai oleh-oleh adalah ikan teri Medan.

Teri nasi atau yang disebut juga dengan teri Medan sangat mudah didapatkan di ibu kota Provinsi Sumatera  Utara (Sumut).

Ikan yang telah dikeringkan ini tersedia hampir di seluruh pusat perbelanjaan modern, tradisional, maupun pertokoan yang menjual oleh-oleh khas Medan. Teri Medan juga dijual dalam kondisi masih mentah atau sudah diolah.

"Memang ini teri nasi atau teri Medan banyak yang minat. Kalau ada tamu dari luar provinsi datang bawa oleh-oleh ini," kata Rosma (28), salah seorang pedagang di pusat perbelanjaan Kota Medan baru-baru ini.

Dirinya mengatakan, harga teri nasi Medan ini bervariasi, mulai dari Rp 150 ribu hingga Rp 180 ribu.

Sejarawan Kota Medan M Aziz Rizky Lubis mengatakan, ikan teri sudah dikenal sejak abad ke-10 Masehi.

"Saya lihat dihikayat ikan teri ada satu prasasti yang ditemukan di salah satu wilayah di Indonesia, pada abad ke 10, sekitar tahun 900-an, itu sudah disebutkan, artinya sudah lama sekali sudah dikenal," katanya.

Aziz mengatakan, pada masa lampau teknik pengasinan ini ampuh untuk mengawetkan makanan.

"Karena teknik pengasinan ini mampu mengawetkan usia makanan termasuk ikan itu sendiri yang mudah busuk, apalagi di masa itu jauh belum ditemukan kulkas," jelasnya.

Baca Juga: Resep Tiramisu Enak, Citarasa Lokal

Sementara teri Medan mulai dikenal menjelang Proklamasi Kemerdekaan (medio 1930-1945).

"Setelah proklamasi itu semakin terkenal, panganan khas Medan, juga seiring meningkatnya perekenomian Kota Medan, banyak (pelancong) yang datang membawa ikan teri Medan sebagai oleh-oleh. Begitu juga perantau yang datang, kembali lagi membawa ini (ikan teri) sebagai buah tangan," ungkap Aziz.

Menurutnya, setelah ditelusuri ternyata ikan teri ini tidak sepenuhnya dipasok dari perairan seputaran Kota Medan.

"Ikan teri ini tidak (sepenuhnya) didapat dari wilayah perairan di seputaran Kota Medan, bukan tidak ada, tapi pasokannya tidak mencukupi. Makanya diambilah dari Lampung, kemudian dia dikemas dan diolah di Medan itu sendiri," imbuhnya.

"Kalau saya lihat ada beberapa makanan yang khas dari Medan. Awalnya menggunakan teri ini karena banyak dicampur dengan kuliner Medan lainnya seperti lontong, nasi gurih dan lain-lain. Di samping jadi olahan tersendiri, juga jadi bahan pelengkap citarasa suatu produk makanan," tandasnya.

Load More