Perwira menengah meliputi pangkat Komisaris Polisi, Ajun Komisaris Besar Polisi dan Komisi Besar Polisi.
a. Komisaris Besar Polisi (Kombespol)
Pangkat Kombespol menjadi yang tertinggi pada jenjang Perwira Menengah. Lambangnya dengan tiga bunga melati emas yang berjejer.
b. Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP)
Pangkat ini disebut juga sebagai superintendent. Tugas dari AKBP umumnya dibantu oleh Komisaris Polisi atau Kompol. Pangkat ini dilambangkan dengan dua diamond dengan warna emas.
c. Komisaris Polisi (Kompol)
Komisaris Polisi atau Kompol menjadi pangkat paling rendah di Perwira Menengah dengan lambang satu diamond berwarna emas.
3. Perwira Pertama
Selanjutnya adalah jenjang Perwira Pertama yang terdiri dari Senior Inspektur Polisi, Inspektur Polisi Tinggi, hingga Inspektur Polisi Dua.
Baca Juga: Siswa SD Ditemukan Tewas di Aliran Sungai Binjai
a. Ajun Komisaris Polisi (AKP)
AKP adalah pangkat tertinggi pada jenjang Perwira Pertama yang bertugas mengawasi kinerja bawahannya. AKP menjadi senior dari dua komisaris lainnya dengan lambang tiga balok berwarna emas.
b. Inspektur Polisi Satu (IPTU)
Lambang dari pangkat IPTU adalah dua balok emas. Dalam kemiliteran, pangkat ini dapat disetarakan dengan Letnan Satu.
c. Inspektur Polisi Dua (IPDA)
IPDA dapat bekerjasama dengan AIPDA untuk melakukan tugas. Dalam kemiliteran, pangkat ini bisa disetarakan dengan Letnan Dua. Sementara lambangnya sendiri adalah satu balok berwarna emas.
1. Bintara Tinggi
Dalam Polri, jenjang Bintara Tinggi berada satu tingkat di bawah Perwira Pertama. Ada dua pangkat polisi pada jenjang ini, Ajun Inspektur Polisi Satu (AIPTU) dan juga Ajun Inspektur Polisi Dua (AIPDA).
Bintara Tinggi adalah perpanjangan tangan dari para perwira untuk melaksanakan perintah dari atasan secara langsung. Mereka wajib mengembangkan diri, memiliki pengalaman lapangan dan pengetahuan yang baik, serta punya kesiapan moral dan mental.
a. Ajun Inspektur Satu (AIPTU)
AIPTU bertugas membantu Letnan Satu. Lambang dari pangkat ini adalah huruf V terbalik dan saling terhubung yang tampak seperti ombak di lautan dengan warna perak. Mereka dengan pangkat ini wajib merealisasikan perintah menjadi tindakan yang lebih efektif, efisien, dan tepat sasaran.
b. Ajun Inspektur Polisi Dua (AIPDA)
Tugas AIPDA adalah membantu kepentingan dari Letnan Satu. Lambangnya sendiri huruf V terbalik.
2. Bintara atau Brigadir
Polisi dengan jenjang ini menjadi tulang punggung pada kesatuan militer. Perannya menghubungkan Tamtama dan Perwira pada segi operasional. Pelatih pada instansi Polri secara umum berasal dari golongan Bintara untuk merekrut aparat yang profesional.
a. Brigadir Polisi Kepala (BRIPKA)
Pangkat tertinggi pada polisi Bintara adalah Bripka. Pada posisi ini, mereka berperan melakukan pengawasan pada brigadir yang ada dibawahnya.
b. Brigadir Polisi (BRIGPOL)
BRIGPOL bertugas memastikan bahwa polisi di bawah tingkatnya telah menjalankan tugas dengan tertib dan mampu konsisten.
c. Brigadir Polisi Satu (BRIPTU)
Selanjutnya, ada Brigadir Polisi Satu atau Briptu berada di bawah Brigadir Polisi (Brigpol) dan di atas Brigadir Polisi Dua (Bripda).
d. Brigadir Polisi Dua (BRIPDA)
Adapun Bripda merupakan posisi Bintara yang setara dengan Sersan Dua pada Kemiliteran.
1. Tamtama Kepala
Tamtama adalah pangkat terendah dalam kepolisian. Seorang Polisi dengan pangkat ini berperan sebagai prajurit kepolisian yang melaksanan tugas khusus dari kepolisian.
Polisi pada jenjang Tamtama harus memiliki loyalitas tinggi dan siap menerima perintah dari atasan. Secara umum, tingkat ini disebut sebagai private.
a. Ajun Brigadir Polisi (ABRIPOL)
Abripol sebetulnya telah mengalami perubahan nama hingga dua kali. Pertama, disebut dengan Kopral Kepala, lalu diubah lagi menjadi Bhayangkara Utama I. Pangkat ini menjadi yang paling tinggi pada kelas Tamtama.
b. Ajun Brigadir Satu (ABRIPTU)
Posisi Ajun Brigadir Satu berada di bawah Abripol dan pada awalnya, pangkat ini diberi nama Kopral Satu.
c. Ajun Brigadir Dua (ABRIPDA)
Pangkat ini juga pernah mengalami perumbahan nama hingga dua kali. Abripda sendiri dilambangkan dengan tanda V terbalik berwarna merah.
2. Tamtama
a. Bhayangkara Kepala (BHARAKA) sebelum tahun 2001, pangkat ini bernama Praka (Prajurit Kepala), sama halnya dalam kemiliteran. Penyebutannya kemudian diganti menjadi Bharaka dengan simbol tiga garis miring berwarna merah.
b. Bhayangkara Satu (BHARATU)
Pangkat ini setingkat lebih tinggi dari Bharada yang sebelum tahun 2001, diberi nama Prajurit Satu. Nama ini sama dengan tingkat kemiliteran Indonesia.
c. Bhayangkara Dua (BHARADA)
Pangkat ini dulunya juga memiliki nama yang mirip dengan TNI yaitu prajurit dua. Namun seiring berjalannya waktu, nama dari pangkat ini diganti menjadi Bhayangkara Dua (Bharada). Mereka bertugas sebagai pendamai konflik agama serta antar suku yang berlangsung di tengah-tengah masyarakat.
Tag
Berita Terkait
-
Dipuji Mahfud MD karena Gondrong Mirip Seniman, Deolipa Yumara Pengacara Bharada E Ternyata Musisi
-
Mahfud MD Akui Pengungkapan Kasus Brigadir J Ada Psychology Barrier di Polri, Masyarakat yang Membuang
-
Publik Diimbau Bersabar Tunggu Motif Pembunuhan Brigadir Yosua Terungkap
-
Usai Digeledah, Rumah Mertua Irjen Ferdy Sambo Dijaga Petugas
-
Sudah Maafkan Bharada E, Ayah Brigadir J Punya Harapan dan Pesan Khusus untuknya
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Rute Transjakarta Dialihkan Imbas Kebakaran Kemayoran, Cek Jalur Alternatifnya
-
Jangan Asal Investasi! Pahami 3 Hal Ini Sebelum Uang Anda Ludes di Pasar Berjangka
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Kenduri Kurban di Pidie Jaya, Tradisi yang Sembuhkan Duka Penyintas Banjir
-
Cushion Sudah Mahal tapi Tetap Abu-Abu? Mungkin Undertone Anda Salah
-
7 Sepatu Lari Daily Trainer Paling Awet: Tetap Nyaman Meski Sudah Menempuh Ribuan Kilometer
-
Catat! Laga Timnas Putri Indonesia vs Singapura Digelar Tanpa Penonton di Arcamanik
-
Dulu Rusak Akibat PETI, Sungai di Tebo Kini Jadi Tempat Anak Muda Menanam Kehidupan
-
Bandung Terancam Jadi Lautan Sampah Pasca Libur Panjang
-
Teddy ke Dino Patti Djalal: Jangan Kaburkan Fakta Hasil Lawatan Prabowo