Deli.Suara.com – Deflasi di Sumut masih terancam karena potensi kenaikan harga tiket pesawat. Pengamat Ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin mengatakan kenaikan harga tiket pesawat akan membuat penurunan harga pangan di Sumut tertutupi sehingga akan muncul inflasi.
“Sejauh ini saya memproyeksikan bahwa Sumut masih akan berpeluang untuk mencetak inflasi di tahun 2022 dalam rentang 4,6% hingga 4,9%. Belum banyak perubahan namun akan terus kita pantau dan kita lakukan evaluasi,” ujarnya, Rabu (10/8/2022).
Menurutnya, tugas pengendalian inflasi sejauh ini masih cukup berat. Sekalipun musim panen akan datang, namun sepertinya semua belum sesuai harapan. Mengingat masih banyak masalah lain yang ditimbulkan dari kenaikan energi dan pangan dunia, serta perang terhadap pembentukan harga kebutuhan masyarakat di tanah air.
Sementara itu, harga cabai di Sumut kembali mencatatkan penurunan. Harga cabai merah di Kota Medan terpantau turun di kisaran Rp75 ribu hingga Rp80 ribu per Kg.
“Sejauh ini harga cabai merah terpantau yang paling mahal ada di Gunung Sitoli yang mencapai Rp87.500 per Kg,” terangnya.
Gunawan memaparkan, penurunan harga cabai merah ini masih berpeluang terjadi hingga akhir bulan Agustus ini.
“Saya memperkirakan harga cabai merah nantinya bisa bergerak dalam rentang Rp50 ribu hingga Rp70 ribu per Kg. Dan penurunan harga cabai merah ini akan memberikan sumbangsih besar terhadap pembentukan deflasi di wilayah Sumatra Utara,” jelasnya.
Gunawan menjelaskan, sebelumnya harga cabai rawit dan bawang merah juga mengalami penurunan. Bahkan, dalam pekan ini harga daging ayam juga mengalami penurunan.
Walau begitu, beberapa kota seperti Padang Sidempuan dan Sibolga, harga cabai rawit berada di kisaran Rp50 ribuan per Kg.
Baca Juga: Sambil Nyalakan Flare, Massa Buruh Tinggalkan Gedung DPR
Sementara itu, harga bawang merah di Padang Sidempuan maupun Sibolga berada di ksiaran Rp43 ribu per Kg.
Namun, di kota Medan harganya sudah mencapai Rp30 ribu hingga Rp35 ribuan per Kg.
“Sudah jauh lebih baik dibandingkan dengan harga pada bulan Juli lalu. Namun TPID sepertinya belum tenang dengan realisasi penurunan harga cabai tersebut,” tandasnya.
Berita Terkait
-
Pembacok Polisi dan Penembak Kepling Saat Bentrok OKP di Medan Belawan Diburu
-
Polisi Lakukan Trauma Healing Teman Siswa SD yang Dibunuh di Kelas
-
Polisi Imbau Hindari Jalan Menuju Kantor Wali Kota Medan-DPRD Sumut, Ada Ini
-
Penuhi Panggilan Polisi, Denise Chariesta Bingung soal Ujaran Kebencian ke Razman Nasution
-
Hindari Jalan Menuju Kantor Wali Kota Medan - DPRD Sumut, Arus Lalin Macet Demo Buruh Tuntut UU Ciptaker DIcabut
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Bukan Emas atau Berlian, Pemuda di Rembang Pinang Kekasih dengan Mahar Bibit Pohon Mangga!
-
Link Live Streaming Final Piala AFF Futsal 2026: Timnas Futsal Indonesia vs Thailand
-
5 AC Portable Mini Watt Kecil untuk di Kamar: Angin Semriwing, Anti Ribet Pemasangan
-
IBL 2026: Pelita Jaya Resmi Datangkan Perrin Buford, Top Skorer Liga Jepang
-
7 Mesin Cuci 2 Tabung yang Awet dan Hemat Listrik, Cucian Cepat Kering dan Bersih Maksimal
-
Cari Tempat WFH Tenang di Palembang? Cafe Danau Jakabaring Ini Sepi, WiFi Kencang
-
Terjaring OTT KPK, Intip Isi Garasi Mewah Bupati Tulungagung Gatut Sunu: Land Cruiser hingga Truk
-
3 Mobil Bekas 7 Seater untuk Keluarga yang Nyaman dan Ramah Kantong
-
Sulawesi Selatan Matangkan Persiapan HKG PKK Nasional 2026
-
Sinopsis Film Sarahs Oil: Dari Kemiskinan ke Jutaan Dolar, Kisah Nyata yang Menginspirasi