Deli.Suara.com - Puluhan mahasiswa dari berbagai elemen yang tergabung dalam Kelompok Cipayung Plus Sumut melakukan aksi di Taman Makam Pahlawan Medan, Jumat (12/8/2022) malam.
Mahasiswa yang terdiri dari PMII, GMNI, HMI, GMKI, dan IMM melakukan pembakaran 1001 lilin dan tabur bunga sebagai tanda telah berkabung atas matinya keadilan.
"Instansi Polri belakangan menjadi sorotan publik seiring dengan mencuatnya kasus kematian Brigadir J yang diawal dinarasikan melakukan pelecehan terhadap istri Irjen Ferdy Sambo dan melakukan aksi tembak-menembak bak film koboy, hingga membuatnya meninggal," kata Ketua GMNI Sumut Daniel Sigalingging, Sabtu (13/8/2022).
Ia mengatakan narasi ini dimunculkan oleh Instansi ini melalui para perwira-perwiranya yang tampil sangat meyakinkan di depan publik menyatakan kronologis kejadian, yang kemudian akhirnya terbukti bahwa semua ini hanyalah hasil sandiwara.
"Dan rekayasa Irjen Ferdy Sambo dan melibatkan banyak perwiranya dengan peran dan tugasnya masing-masing," ujarnya.
Daniel mengatakan apakah penyusunan skenario seperti ini sudah lumrah terjadi dilakukan.
"Dan apabila tidak ada desakan yang kuat dari keluarga dan publik, serta atensi dari Presiden, akankah kasus ini akan ditutup sesuai dengan skenario awal? ungkapnya.
Cipayung Plus Sumut juga menilai bahwa Kapolri juga sudah gagal memilih orang masuk dalam lingkaran Mabes terutama untuk jabatan Kadiv Propam yang seharusnya menjadi contoh penegak disiplin justru melakukan perbuatan keji yaitu pembunuhan berencana.
"Belum lagi publik bertanya-tanya mengenai motif sesungguhnya yang melatarbelakangi meninggalnya Brigadir J, yang justru membuat isu di publik semakin liar dan menyudutkan instansi Kepolisian," jelasnya.
Baca Juga: Paman Bunuh Siswa SD di Deli Serdang Dijerat Pasal Pembunuhan!
Para mahasiswa juga menyinggung soal video ucapan Irjen Sambo bahwa beliau pernah mengutip ucapan pimpinannya (Kapolri) bahwa apabila ada pelanggaran yang dilakukan oleh anggota maka dua tingkat pimpinan diatasnya harus bertanggungjawab.
"Diluar dari kasus tersebut, ini merupakan klimaks dari banyaknya kasus-kasus yang melibatkan oknum kepolisian di Indonesia yang menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri dengan visi presisinya," tambah Abdul selaku Ketum Badko HMI Sumut
"Maka secara tegas Cipayung Plus Sumatera Utara mendesak Kapolri mundur dari jabatannya," ucap para Ketua Cipayung Plus Sumut tersebut secara serentak sambil membaca statement.
Dalam statementnya Cipayung Plus Sumut juga menyoroti kondisi Kamtibmas dan penegakan hukum di Sumatera Utara, mulai dari perjudian, narkoba, maupun aksi kriminalitas dan geng motor.
Tag
Berita Terkait
-
Deolipa Yumara Ungkap Bukti Kejanggalan Surat Bharada E
-
Kuasa Hukum Sebut Bharada E Tidak Pernah Mengetahui Rencana Pembunuhan Brigadir J
-
Diduga Buat Laporan Palsu Terkait Kasus Pelecehan Seksual, Kabareskrim Serahkan Proses Hukum Istri Ferdy Sambo ke Timsus
-
LPSK Beri Perlindungan Darurat kepada Bharada E, Ada Apa?
-
Deolipa Yumara Bongkar Fakta Menarik Dibalik Pemecatan Selaku Pengacara Bharada E
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Gubernur BI: UMKM Jangan Langsung Diberi Modal
-
Buka Pasar Murah dan Pameran UMKM di Papua, Wamendagri Ribka Dorong Penguatan Ekonomi Kreatif
-
Geger di Lintasan Mandiri Jogja Marathon, Insiden Marshal dan Ajudan Danrem Berakhir Damai
-
Pra-Acara Day of Petroleum 2026: Konservasi Penyu, Tanam Pandan, dan Bersih Pantai di Patihan
-
Listrik Jawa Byar Pet, Bos PLN Minta Maaf Sebelum Menghadap Prabowo di Istana
-
Wamendagri Wiyagus Apresiasi Pengobatan Gratis dan Donor Darah oleh Pemprov Papua
-
Dor Dor! Penembakan Sadis di Sekolah SMA, 3 Siswa Tewas Mengenaskan di Filipina
-
Tak Mau Disalahkan, Bahlil Serahkan Urusan Mati Lampu ke PLN
-
Gandeng Bebi Romeo, Duo Antonia Rilis 'Suara Hati' sebagai Simbol Keberanian Perempuan
-
Listrik Byar Pet, Pengamat UGM: PLN Jangan Jadi 'Perusahaan Lilin Negara'