Deli.Suara.com – Fakta bahwa kata ‘break up’ atau ‘putus’ telah ditandai di TikTok lebih dari 21 miliar kali menunjukkan betapa banyak orang yang ingin berbincang atau mendapatkan arahan soal putus cinta.
Jadi mungkin tidak mengejutkan ada sejumlah individu seperti Aronke Omame yang mencari nafkah dengan memberi saran kepada orang-orang patah hati tersebut.
Pada 1993, pengacara perkara bisnis bernama Aronke Omame mendapat pelajaran soal patah hati yang akan mengubah hidupnya.
Saat itu, perempuan berusia 35 tahun tersebut berada di sebuah pengadilan di Lagos, namun dia tidak mewakili klien.
Dia memberi sokongan kepada temannya, Mary, yang orang tuanya sedang menjalani sidang perceraian.
Ibunda Mary, sebagaimana dicatat Aronke, terus menatap ayah Mary di deretan kursi seberang. Tatapan itu bukan curi-curi pandang, tapi dilakukan secara blak-blakan agar bsia beradu pandang.
Kemudian, ketika hakim meminta rehat sejenak, Aronke menyaksikan Mary dan ibunya berjalan menuju ayah Mary. Ruang sidang hening, semua mata tertuju pada keluarga tersebut.
Sesaat kemudian, semua yang hadir tercengang, Mary dan ibunya berlutur di depan ayah Mary. Dengan kepala tertunduk mereka memohonnya agar tidak meneruskan gugatan cerai.
Namun, ayah Mary mengangkat dagunya dan mulai menghardik istrinya dengan suara lantang di hadapan semua orang.
Baca Juga: Lakukan Pemeriksaan Kadar Air Sumur, DLH Jogja Sebut Kandungan Bakteri E-coli Tinggi
Pada 1967, ketika masih berusia sembilan tahun, Aronke berada di lapangan bermain dengan teman-teman sekolahnya. Saat itu, kepala sekolah berjalan menghampiri Aronke. Ada sesuatu yang salah.
Sang kepala sekolah memberitahu Aronke bahwa ayahnya menunggu di pintu gerbang, hendak menjemputnya. Sesuatu telah terjadi.
Ayah Aronke mengatakan mereka tidak akan kembali ke rumah tapi Aronke harus tinggal dengan neneknya selama beberapa pekan.
Lantas, karena rumah neneknya berada di luar kota, tidak ada yang bisa mengantar dan menjemputnya ke sekolahl. Tapi itu tidak apa-apa, kata sang ayah. Aronke di rumah neneknya saja, tidak perlu ke sekolah.
Ayah dan ibu Aronke akan datang berkunjung, tapi saat itu mereka harus mendiskusikan hal-hal pribadi sehingga perlu waktu berdua. Aronke bingung, tapi dia bisa merasa bahwa saat itu bukan saatnya bertanya.
Selama beberapa minggu ke depan, Aronke dan saudara-saudara kandungnya digiring ke kamar-kamar di rumah neneknya, jauh dari pembicaraan orang dewasa.
Berita Terkait
-
Ciri-Ciri Anda Sudah Move On dari Mantan dan Siap Menjalin Hubungan Baru
-
3 Ciri Patah Hati yang Mengusik Kesehatan Mentalmu, Merasakan Salah Satunya?
-
Akui Jatuh Hati pada Sahabat selama Bertahun-tahun, Hasilnya Malah Seperti Ini
-
Alasan Perempuan Terlihat Lebih Menarik Setelah Putus Cinta
-
4 Alasan Mengapa Perempuan Terlihat Lebih Menarik Setelah Putus Cinta
Terpopuler
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Mensos Gus Ipul: Digitalisasi Bansos Signifikan Tekan Kesalahan Data
-
Kemensos Rehabilitasi 7 PMI Korban TPPO di Turki
-
Sulis Jadi Simbol Perempuan Muslim Berdaya Fatayat NU
-
WN China Tersangka Kasus Tambang Emas Kabur, Ditangkap Imigrasi di Entikong
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
Soroti Kematian Bocah SD di NTT, Hasto PDIP: Bangunlah Jiwanya, Tapi Anak Tak Bisa Beli Pena
-
Uang Jatah Rp7 Miliar Tiap Bulan: Inilah Alur Suap Eksklusif PT Blueray ke Oknum Bea Cukai!
-
Profil Liu Jianqiao Wasit Cina di Final Piala Asia Futsal 2026 Banyak Kontroversi
-
Gus Ipul Ajak Para Kades Tindaklanjuti Arahan Presiden Kawal Data Kemiskinan
-
Menstruasi itu Normal: Perempuan dengan Segala Drama 'Tamu Bulanannya'