Jika ibu dan ayahnya datang, mereka saling berbisik dengan orang-orang dewasa lainnya.
Mereka meninggalkan anak-anak di rumah nenek setiap malam, lalu pulang ke rumah sendiri dalam proses berpisah.
Aronke bermain dengan saudara sepupunya dan memasak bersama neneknya. Senang rasanya beberapa pekan tidak ke sekolah. Dia gembira. Namun, dalam kurun waktu sebulan, ada dinamika baru di keluarganya.
“Pada saat itu keluarga kami seperti paguyuban. Saya dibesarkan kakek dan nenek dari pihak ayah dan ibu serta para paman dan bibi. Orang tua saya mendapat banyak bantuan.”
Ayahnya keluar dari rumah, sedangkan Aronke dan saudara-saudara kandungnya kembali ke rumah mereka. Ayah dan ibu tetap saling menjalin kontak. Mereka tidak saling mengkritik satu sama lain di depan anak-anak. Keluarga mereka tidak berantakan, hanya saja sang ayah tidak lagi tidur di rumah yang sama.
“Saya belajar hubungan tidak selalu bertahan, meski semua orang punya niat terbaik. Menjelekkan satu sama lain memang menggiurkan, tapi mengakhiri semua hal dengan rasa hormat adalah yang terbaik di kemudian hari.”
Dia tidak ingat persis mengapa pernikahan orang tuanya berakhir, tapi itu bukan soal.
Sisa masa kecilnya, Aronke diliputi kegembiraan. Namun, pelajaran berikutnya soal cinta akan menyakitkan.
Aronke berusia 18 tahun dan menempuh studi di fakultas hukum. Dia terpikat dengan sahabatnya di kelas yang sama. Mereka berbagi lelucon dan ada momen-momen yang membuat mereka saling menggoda, yang menurut Aronke, kemudian berubah menjadi hubungan kekasih.
Baca Juga: Lakukan Pemeriksaan Kadar Air Sumur, DLH Jogja Sebut Kandungan Bakteri E-coli Tinggi
Aronke jatuh cinta untuk pertama kalinya.
Namun, ada masalah. Kekasihnya ingin berhubungan seks dan Aronke belum siap. “Saya tidak meyakini hubungan seks sebelum menikah,” ujarnya.
Aronke berusaha memberikan kompensasi dengan cara lain seperti menjadi penyayang dan bersikap spontan.
Suatu hari, Aronke mendatangi rumah pacarnya untuk memberi kejutan. Tapi, dia malah mendapati kekasihnya mencium perempuan lain.
“Saya patah hati. Saya lari keluar, saya pikir dia akan berlari mengejar saya,” katanya.
Tapi pemuda itu tidak berbuat demikian.
Berita Terkait
-
Ciri-Ciri Anda Sudah Move On dari Mantan dan Siap Menjalin Hubungan Baru
-
3 Ciri Patah Hati yang Mengusik Kesehatan Mentalmu, Merasakan Salah Satunya?
-
Akui Jatuh Hati pada Sahabat selama Bertahun-tahun, Hasilnya Malah Seperti Ini
-
Alasan Perempuan Terlihat Lebih Menarik Setelah Putus Cinta
-
4 Alasan Mengapa Perempuan Terlihat Lebih Menarik Setelah Putus Cinta
Terpopuler
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
- 4 HP Xiaomi RAM 8 GB Paling Murah, Performa Handal Multitasking Lancar
- Panas! Keluarga Bongkar Aib Bunga Zainal, Sebut Istri Sukhdev Singh Pelit hingga Nikah tanpa Wali
- 5 Shio yang Diprediksi Beruntung dan Sukses pada 27 Maret 2026
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Perlunya Jaga Lisan, Julid Doakan Tetangga Hajatan 7 Hari Malah Berakhir Duka
-
Kata-kata Erick Thohir Usai John Herdman Raih Kemenangan Perdana
-
Redmi A7 Pro: Smartphone Rp 1 Jutaan dengan Layar 120Hz dan Baterai Jumbo, Layak Jadi Andalan
-
Kabar Duka, Eks Menhan Juwono Sudarsono Meninggal Dunia di RSPI
-
FOMO atau Tak Ada Waktu: Mengapa Tetap Liburan Meski Tahu Akan Berdesakan?
-
Peran Baru Ole Romeny Bikin Herdman Tersenyum, Taktik Timnas Indonesia Makin Variatif
-
Promo Alfamart Terbaru 28 Maret-2 April 2026: Diskon Besar Popok Bayi dan Kebutuhan Rumah Tangga
-
Waspada Child Grooming, Pengamat Sebut PP Tunas Jadi Senjata Baru Lindungi Anak di Dunia Digital
-
Hon Nara Uru Hodo Menang Manga Taisho 2026, Angkat Kisah di Toko Buku Bekas
-
PP Tunas Berlaku, Menag Tekankan Fondasi Agama dan Etika untuk Lindungi Anak di Ruang Digital