/
Senin, 22 Agustus 2022 | 09:28 WIB
IndiHome (Foto: Istimewa)

Deli.Suara.com – Baru-baru ini, ramai diperbincangkan kebocoran data pelanggan IndiHome. Hal tersebut menyusul kebocoran data pelanggan PLN yang juga diduga terjadi beberapa waktu lalu.

Berdasarkan kabar yang beredar, terdapat sebanyak 26 juta data riwayat browsing atau penelusuran pengguna IndiHome bocor dan disebar di forum hacker. 

Founder Etchical Hacker Indonesia yang juga pakar keamanan siber, Teguh Aprianto menyebut bahwa ada 26 juta data browsing history milik pengguna IndiHome yang bocor dan dibagikan secara gratis.

“Tahun 2020 kemarin, kita berhasil menekan @IndiHome untuk mematikan tracker milik mereka yang selama ini digunakan untuk mencuri browing history milik pelanggan,” tulis Teguh lewat akun Twitter @secgron, dikutip Minggu (21/8/2022).

“Sekarang 26 juta browsing history story yang dicuri itu bocor dan dibagikan gratis. Ternyata berikut dengan nama dan NIK,” tambahnya.

Selain itu, kebocoran yang terjadi pada IndiHome tersbeut diunggah oleh akun bernama Bjorka di situs breached.to. Unggahan kebocoran data tersebut diketahui bocor dan diunggah pada 20 Agustus 2022.

Dalam unggahan akun bernama Bjorka tersebut, dikatakan bahwa terdapat 26.730.798 rekaman data pelanggan IndiHome yang diduga bocor.

Isi dari datanya mencakup tanggal, keyword (kata kunci), domain, platform, browser, url atau link, google keyword, IP (Internet Protocol), screen resolution hingga lokasi geografis. Lalu user info seperti email, nama, gender, national id card atau NK. 

 Sementara itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memberikan respons terkait dengan kebocoran data IndiHome. 

Baca Juga: Ditangkap KPK Kasus Penerimaan Mahasiswa Baru, Berikut Profil Rektor Unila Karomani Lahir di Pandeglang Banten

Hingga saat ini, pihak Kominfo masih melakukan pendalaman terhada dugaan 26 juta data riwayat browsing hingga Nomor Induk Kependudukan (NIK) pengguna IndiHome. 

“Sehubungan dengan informasi dugaan kebocoran data pribadi pelanggan IndiHome, PT Telkom Indonesia (Persero), Kementerian Kominfo sedang melakukan pendalaman terhadap dugaan insiden tersebut,” ucap Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo, Samuel A Pangerapan, Minggu (21/8/2022).

Pihak Kominfo akan segera memanggil manajemen Telkom untuk mendapatkan laporan dan langkah tindak lanjut Telkom terkait dugaan kebocoran data tersebut.

“Kementerian Kominfo juga akan segera melakukan pemanggilan terhadap manajemen Telkom untuk mendapatkan laporan dan langkah tindak lanjut Telkom terkait dengan dugaan insiden,” ucapnya.

Tidak hanya itu, pihak Kominfo juga akan mengeluarkan rekomendasi teknis dan berkoordinasi dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). 

Sumber: Suara.com 

Load More