Deli.Suara.com - Warga yang bermukim di Desa Bawozaua Kecamatan Teluk Dalam Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara (Sumut) digegerkan dengan penemuan mayat laki-laki, Selasa (30/8/2022).
Saat ditemukan kondisi korban telentang tanpa memakai busana. Warga yang melihat ini lalu melaporkannya kepada pihak berwajib.
"Menindaklanjuti informasi itu personel Polres Nias Selatan lalu mendatangi lokasi," kata Bripka Aydi Mashur selaku Baur Humas Polres Nias Selatan, Rabu (31/8/2022).
Ia mengatakan dari pemeriksaan diketahui korban berinisial FG (35) warga Desa Nanowa Kecamatan Teluk Dalam Kabupaten Nias Selatan.
"Berdasarkan kronologis dari keterangan keluarga, korban mengalami riwayat penyakit gangguan jiwa. Pada bulan April tahun 2022 korban melarikan diri dari rumahnya kemudian selang beberapa hari pihak kelurga membuat Laporan Kehilangan Orang (LKO) di Polres Nias Selatan," jelas Aydi.
Setelah membuatkan LKO di Polres Nias Selatan pihak keluarga dan warga masyarakat juga kemudian melakukan usaha pencarian korban ke Kecamatan Toma dan Lahusa namun korban tidak ditemukan.
Selanjutnya, Sabtu (27/8/2022) siang sekitar pukul 13.00 WIB, salah seorang warga yang pergi ke kebun untuk mencari buah durian dan buah kweni (mangga) menemukan korban sedang memakan buah kweni yang busuk.
"Saksi (warga) terkejut, langsung melarikan diri dan langsung memberitahukan kepada pihak keluarga korban," kata Aydi.
Atas informasi itu, lanjutnya mengatakan pada Selasa kemarin, pihak keluarga beserta warga lainnya melakukan upaya pencarian ke lokasi, menemukan korban sudah tergeletak di bawah pohon kweni dengan tanpa busana dan sudah meninggal dunia.
Baca Juga: Pembunuh Siswi SMA di Tebing Tinggi Ternyata Paman Korban, Ini Tampang Pelaku
Atas kejadian tersebut warga Desa Bawozaua langsung menginformasikan kejadian tersebut ke Polres Nias Selatan.
Aydi melanjutkan berdasarkan keterangan para saksi disandingkan dengan kondisi korban pada saat dilakukan olah TKP, diperkirakan korban meninggal karena kelaparan.
"Dan tidak ditemukan unsur tindak pidana lainnya," ungkapnya.
Pihak keluarga korban juga tidak merasa keberatan atas meninggalnya FG dan tidak dilanjutkan ke proses hukum karena kematian almarhum tidak karena tindak pidana.
Berita Terkait
-
Pelaku Perampokan dan Pemerkosaan IRT di Deli Serdang Terancam 12 Tahun Penjara
-
Pelaku Bunuh Siswi SMA di Tebing Tinggi karena Melawan Saat Hendak Disetubuhi Terancam 15 Tahun Penjara
-
Pemprov Sumut Lakukan Ini Hadapi Ancaman Krisis Pangan dan Inflasi
-
Siswi SMA di Tebing Tinggi Sumut Dibunuh karena Melawan Saat Hendak Disetubuhi
-
Ratusan Masyarakat di Madina Sumut Terkena Skabies, Begini Kata Bupati
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
Terkini
-
Masalah Keluarga, Adik Hujamkan Pisau Garpu ke Kakak Kandung dan Istri di Tanggamus
-
Kontribusi PDB Tembus Rp 8.573 T, Kenapa Setoran Pajak UMKM Masih Kecil?
-
Harga Emas Antam Anjlok Hari Ini, Dibanderol Rp 2.819.000/Gram
-
Aktivitas Selat Hormuz Masih Seret, Harga Minyak Brent Tembus 106 Dolar AS
-
Gus Miftah Masuk Radar Pemimpin Masa Depan PBNU
-
Membaca Peluang di Tengah Ketidakpastian, Properti Tetap Jadi Instrumen Investasi Paling Relevan
-
Novel Hafalan Shalat Delisa, Ketika Kehilangan Menjadi Ujian Keikhlasan
-
Warga Semarang Siapkan Payung, BMKG Prakirakan Hujan Merata di Pulau Jawa Hari Ini
-
Duh! Solo Terancam Krisis Guru Parah: 154 Non-ASN Terancam Diberhentikan, 250 Guru PNS Pensiun
-
Waspada, Ekonomi Indonesia Bakal Dihantam Tekanan Global