/
Kamis, 01 September 2022 | 19:45 WIB
1,3 miliar nomor ponsel warga Indonesia yang diduga bocor, dijual oleh peretas menggunakan kripto. (Istimewa)

Deli.Suara.com - Setelah beberapa waktu lalu publik Indonesia dihebohkan dengan dugaan bocornya data pengguna IndiHome, sekarang muncul daftar 1,3 miliar nomor ponsel warga Indonesia yang diduga bocor, dijual oleh peretas menggunakan kripto Bitcoin (BTC) dan ETH.

Hal itu juga muncul di situs forum peretas "Breached" atas nama pengguna serupa, yakni Bjorka pada Rabu, 31 Agustus 2022 pukul 13:39 WIB.

Bjorka mengklaim dia memiliki sebanyak 1,3 miliar nomor ponsel Indonesia dalam format file CSV yang termampatkan (zipped) berukuran 18 GB. 

"Data yang bocor ini terdiri atas nomor induk kependudukan (NIK), nomor ponsel, nama operator telekomunikasi dan tanggal pendaftaran," tulis Bjorka di situs tersebut.

Di bagian lain di situs itu, Bjorka menyematkan contoh data bocoran, seperti yang ia klaim, berikut tangkapan layar bukti proses peretasan. 

Bahkan, untuk meyakinkan pengguna, ia menyediakan tautan data bocoran gratis sebanyak 2 juta data. Sedangkan untuk data penuh, pengguna wajib membayar menggunakan kripto Bitcoin (BTC) atau ETH lewat situs berbagi simpan, GoFile.io.

Kripto BTC dan ETH adalah dua kripto paling lazim yang digunakan oleh peretas di dunia maya untuk bertransaksi. Kendati bersifat anonim, bukan berarti pelakunya tidak dapat dilacak dengan teknologi terkini.

Menanggapi bocornya data 1,3 miliar nomor ponsel warga Indonesia yang diduga bocor, pelaku bisnis kripto kemudian angkat bicara. 

Robby Direktur Rekeningku.com, perusahaan crypto exchange Indonesia, menyampaikan saat ini yang menjadi permasalah bukan bagaimana transaksi dilakukan menggunakan kripto.

Baca Juga: Enam Terdakwa Pengeroyok Ade Armando Divonis Delapan Bulan Penjara

"Namun bagaimana data bocor yang menyebabkan timbulnya tindakan kejahatan," ujarnya kepada Jurnalis Deli.Suara.com.

Robby menjelaskan tindakan kejahatan bisa menggunakan sistem pembayaran dengan berbagi cara. Hanya saja terungkap atau tidak terungkap, di sisi kriptonya sendiri adalah hal yang dengan mudah dapat ditelusuri perpindahan aset dari satu wallet ke wallet yang lain.

"Dikarenakan transparansi dari semua transaksi yang terjadi," tukasnya.

Load More