Deli.Suara.com - Prakiraan cuaca untuk wilayah Sumatera Utara (Sumut), Jumat 2 September 2022 hari ini, diperkirakan hujan deras masih akan terjadi.
Berdasarkan prakiraan cuaca yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Medan, hujan berpeluang terjadi pada siang dan malam hari.
"Kondisi cuaca pada pagi hari ini berawan," kata Prakirawan BMKG Medan Martha Rosefina Manurung kepada wartawan, Jumat (2/9/2022).
Ia mengatakan pada siang hari kondisi cuaca umumnya terjadi hujan hampir merata di seluruh wilayah Sumut. Suhu udara berkisar 16 hingga 31 derajat celcius, kecepatan angin maksimum 20 km/jam.
"Pada malam hari beberapa daerah berpeluang diguyur hujan lebat diantaranya yakni Tarutung, Sipirok, Kabanjahe, Kisaran, Rantau Prapat, Sidikalang, Balige, Panyabungan, Sibolga dan Tanjung Balai," ungkap Martha.
Lebih lanjut Prakirawan menyampaikan Kota Medan, Binjai, Stabat dan Lubuk Pakam, berpeluang diguyur hujan lebat disertai petir.
menyampaikan, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Sumut mengenai kondisi cuaca ekstrem, pada Jumat hari ini.
"Waspada hujan lebat disertai petir di pantai timur, lereng timur, pantai barat, lereng barat, dan pegunungan yang dapat berpotensi mengakibatkan longsor dan banjir," tukasnya.
Penyebab Hujan Lebat
Baca Juga: 1,3 Miliar Nomor Ponsel Indonesia Diduga Bocor, Dijual Pakai Aset Kripto
Diketahui, dalam sepekan terakhir kondisi cuaca hujan lebat dengan durasi yang cukup lama terjadi di Sumut.
BMKG menyampaikan kalau cuaca ekstrem ini dipengaruhi tingginya curah hujan di Sumut disebabkan adanya belokan angin dan daerah pertemuan angin (Konvergena).
"Kemudian MJO (Madden Julian Oscillation) berkontribusi terhadap proses pembentukan awan hujan, ditambah kondisi udara di lapisan atas labil dan adanya potensi penguapan (penambahan massa uap air) di Samudera Hindia Barat Sumut," ungkap Kepala BMKG Medan Hendro Nugroho.
Berdasarkan analisis tersebut, BMKG menyampaikan maka wilayah Sumut berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang. Kondisi ini juga berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi.
"Dengan durasi yang lama dan cakupan wilayah yang luas yang dapat mengakibatkan terjadinya bencana hidrometeorologi (banjir bandang longsor, angin kencang dan gelombang tinggi)," katanya.
Menyikapi kondisi tersebut di atas, BMKG meminta agar para pemangku kepentingan dan seluruh komponen masyarakat dapat meningkatkan kesiapsiagaan terjadinya bencana hidrometeorologi di wilayah Sumut.
Berita Terkait
-
UAS Bicara Dukun di Zaman Nabi hingga Renaisans Eropa: Ditangkap Suruh Taubat
-
Omongan Pesulap Merah Terbukti, Ditantang Datangkan Hujan, Rara: Saya Juga Ngeliat BMKG
-
Cek Ramalan Cuaca Subang, Jumat 2 September 2022
-
Prediksi Cuaca Karawang Hari Ini, Jumat 2 September 2022
-
Ramalan Cuaca Purwakarta Hari Ini, Jumat 2 September 2022
Terpopuler
Pilihan
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
Terkini
-
Amphuri Kritik Wacana War Tiket Haji: Jangan Abaikan Jemaah yang Antre Puluhan Tahun
-
OKX Ventures dan HashKey Capital Resmi Suntik CAEX Vietnam, Siapkan Modal Rp6 Triliun
-
Italia Batal, PSSI Kantongi Satu Negara Asia Jadi Lawan Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni
-
4 Model Dispenser Philips Terbaik Dan Hemat Daya
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Survei Terbaru: Sempat Naik Tipis, Popularitas Trump Menukik Efek Selat Hormuz Masih Ditutup
-
Ekspansi Agresif, Laba PT Multi Hanna Kreasindo (MHKI) Tumbuh Solid 24 Persen di 2025
-
6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 12 GB yang Worth Dibeli April 2026
-
Habiburokhman Bela Seskab Teddy soal 'Inflasi Pengamat': Ada Benarnya
-
Warga Iran Terancam Kelaparan Usai AS Blokade Pelabuhan Teheran, Bahkan Ada Dampak Buruk Lanjutan