Deli.Suara.com – Sekretaris Majelis Tinggi DPP Partai Demokrat, Andi Mallarangeng dalam diskusi online, Sabtu (3/9/2022) mengatakan penentuan bakal calon presiden serta bakal calon wakil presiden menjadi salah satu persoalan yang dibicarain secara intensif alam komunikasi Demokrat dengan beberapa partai seperti NasDem dan PKS.
Andi mengatakan, Demokrat sendiri sampai saat ini masih mendorong Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY agar bisa bertarung di tingkat kepemimpinan nasional.
“Untuk kompetisi kepemimpinan nasional, kami menyodorkan mas AHY, baik jadi presiden atau wakil presien,” ungkap Andi.
Ia menuturkan, Demokrat sendiri menargetkan deklarasi kesepakatan koalisi bisa terjadi akhir tahun ini atau awal 2023.
“Demokrat, NasDem dan PKS masih membicarakan intensif, terus menerus, siapa tahu bisa lebih cepat sebelum akhir tahun. Kalau tidak awal tahun depan (untuk deklarasi koalisi),” katanya.
Demokrat, kata Andi, tidak mau terburu-buru menyepakati koalisi dengan Partai NasDem dan PKS.
Apalagi, beberapa koalisi partai yang sudah lebih dulu terbentuk belum mengusung nama bakal capres maupun bakal cawapres.
Bahkan, PDIP yang mempunyai tiket untuk mengusung capres-cawapres sendirian pun belum mengerucutkan pilihannya.
Sebelumnya, Partai NasDem mengadakan pertemuan dengan sejumlah petinggi PDIP. Rombongan PDIP yang dipimpin oleh Puan Maharani yang disebut-sebut sebagai calon terkuat bakal capres dari partai berlambang Kepala Banteng tersebut. Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh dalam pertemuan itu sempat berdiskusi dengan Puan Maharani.
Baca Juga: Pemkot Yogyakarta Kejar Target Kurangi Rumah Tidak Layak Huni Menjadi 1.500 Unit pada Akhir 2022
Namun, Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Ahmad Ali menegaskan tidak akan meninggalkan PKS dan Demokrat untuk menjajaki kemungkinan berkoalisi.
“Semua parpol terbangun komunikasi. Saya harus katakan, saat ini dengan PKS dan Demokrat komunikasinya jauh lebih maju daripada partai lain,” ucap Ali.
Ahmad Ali menegaskan NasDem tidak akan begitu saja menelantarkan komunikasi dengan PKS maupun Demokrat yang sudah berjalan intensif.
“Apakah pertemuan dengan PDIP maka NasDem akan meninggalkan yang lain, tidak,” tegasnya.
Walaupun terjadi pertemuan NasDem dengan PDIP, kedua partai belum tentu bisa membangun koalisi. Pertemuan para petinggi kedua partai hanya untuk berdiskusi tanpa ada embel-embel akan membangun koalisi.
“Berdiskusi bukan harus berkoalisi. Membangun bangsa ini harus ada kesepahaman, tak bisa dibawa satu kelompok. Kami pastikan bahwa NasDem dan PDIP akan berkomitmen bersama-sama membangun bangsa ini,” tandasnya.
Sumber: Suara.com
Berita Terkait
-
Bangun Koalisi dengan PKS - NasDem, Demokrat Tawarkan AHY Jadi Capres atau Cawapres
-
Syaiful Huda: Gerindra dan PDIP Partai Papan Atas, Harapannya Jadi Inisiator Terbentuknya Koalisi Baru
-
Jika PDIP Gabung, Koalisi Gerindra-PKB Diprediksi Gagal
-
Asri Auzar Minta Demokrat Riau Tak Diverifikasi, Agung Nugroho: Orang Bisa Menilai
-
PKB Tak Masalah PDIP Gabung, Asal Tak Campuri Urusan Capres-Cawapres di Tangan Prabowo dan Cak Imin
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Pameran Foto "Perisai Tunas" Soroti Perlindungan Anak di Ruang Digital
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel