/
Selasa, 06 September 2022 | 17:17 WIB
Polisi membantu siswa untuk berangkat menuju ke sekolah. (Istimewa)

Deli.Suara.com - Dampak kenaikan harga BBM di Sumatera Utara (Sumut) begitu dirasa dampaknya bagi sopir angkot.

Selasa (6/9/2022), para sopir angkot dan pedesaan di Tapanuli Utara (Taput), melaksanakan aksi mogok sebagai bentuk protes kepada pemerintah.

Aksi mogok ini membuat sejumlah pelajar yang menggunakan angkot sebagai alat transportasi berangkat ke sekolah menjadi terlantar. 

Kasi Humas Polres Taput Aiptu W Baringbing kepada Deli.Suara.com menjelaskan untuk mengatasi permasalahan ini pihak kepolisian turun tangan dengan mengantar para pelajar berangkat ke sekolah.

"Sejumlah kendaraan dinas milik Polres Taput pun menerjunkan bus, truk dan kendaraan dinas lainnya untuk mengangkut para pelajar ke sekolah masing-masing agar aktifitas warga tidak terhalang khususnya bagi anak-anak sekolah," ujarnya.

W Baringbing dengan tindakan negosiasi yang dilakukan petugas Kepolisian dilapangan, masyarakat memberikan dukungan dan apresiasi kepada Polres Taput.

Oleh karena itu, Polres Taput meminta kepada sopir agar kembali bekerja seperti biasa sehingga aktifitas pengangkutan pun bisa berjalan normal kembali. 

Dalam aksinya, para sopir mogok dan mendesak pemerintah untuk segera membuat surat keputusan penyesuaian tarif ongkos angkot dan angkutan desa di wilayah Taput sebagai dampak kenaikan BBM.

Baca Juga: Suharso Monoarfa Menegaskan Dirinya Masih Ketua Umum PPP!

Load More