/
Jum'at, 09 September 2022 | 18:29 WIB
Ilustrasi IHSG (Foto: Istimewa)

Deli.Suara.com – Akhir pekan ini, rupiah mengalami penguatan di kisaran Rp14.842 per US Dolar. Kinerja mata uang rupiah membaik dibandingkan akhir pekan lalu yang berada di kisaran Rp14.900 per US Dolarnya.

Sehari setelah pemerintah mengumumkan besaran kenaikan harga BBM subsidi, atau tepatnya pada perdagangan hari Senin, mata uang Rupiah sempat mengalami tekanan. 

Akan tetapi tekanannya hanya berlangsung sesaat dan Rupiah mampu berbalik, sekalipun ada ancaman kenaikan bunga acuan yang besar kemungkinan akan diambil oleh Bank Sentral AS di bulan ini.

Pengamat Ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin mengatakan penguatan Rupiah setelah BBM dinaikkan ini sebenarnya menjadi kabar baik.

Karena ketakutan akan dampak pelemahan Rupiah yang dikhawatirkan sebelumnya itu bisa membuat laju tekanan inflasi di tanah air bisa mengalami kenaikan.

Sehingga penguatan Rupiah di akhir pekan ini mengikir kekhawatiran tersebut dan bisa menjadi pertanda bahwa laju inflasi tidak sebesar yang dikhawatirkan sebelumnya.

“Sementara, IHSG juga bernasib serupa, secara poin to poin IHSG mengalami penguatan. Di akhir pekan ini, IHSG ditutup di level 7.242,66, menguat dibandingkan penutupan akhir pekan lalu di level 7.177,18. Dan secara teknikal IHSG sendiri mampu melewati resisten kuat 7.193 dan mampu ditutup di atas level psikologis 7.200,” ucap Gunawan Benjamin, Jumat (9/9/2022).

Sementara itu, harga emas dunia juga mengalami penguatan. Setelah sempat terpukul di akhir pekan lalu di kisaran 1.702 dolar AS per ons troy. 

Saat ini harga emas dunia ditransaksikan di kisaran level 1.729 dolar AS per ons troy nya. Jika dirupiahkan, harga emas dunia saat ini berada di kisaran Rp827 ribu per gramnya. Harga emas sendiri masih terombang ambing seiring dengan kebijakan normalisasi yang dilakukan oleh Bank Sentral AS. 

Baca Juga: 6 Fakta Perceraian Dhena Devanka dan Jonathan Frizzy: Isu KDRT hingga Selingkuh

Load More