Suara.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta pemerintah daerah (pemda) ikut serta memberikan subsidi kepada warganya agar bisa meringankan di kala kenaikan harga BBM.
Bisa saja, pemda menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk memberikan subsidi ke warganya.
"Pak Presiden juga minta agar pemda juga melakukan suatu upaya-upaya dengan memberikan subsidi-subsidi di daerah. Jadi tidak mungkin dikerjakan oleh satu kementerian, kita kompak, Pak Presiden Bicara, Menteri Keuangan bicara, Pak Luhut bicara, Kami bicara dan sebagainya," ujar Menhub di Jakarta, Jumat (9/9/2022).
Namun demikian, dia memastikan, kenaikan BBM tidak membuat suatu goncangan yang keras pada sektor transportasi.
"Relatif sektor transportasi itu tidak terjadi suatu goncangan. Bahwa 1-2 hari ada masalah, iya, tapi kita akan jalani ini," ucap dia.
Sebelumnya, Menhub saat ini tengah mencari solusi terkait adanya kenaikan harga BBM subsidi. Dia memastikan, solusi ini akan bisa jadi jalan keluar menutup beban BBM, tapi tanpa memberatkan masyarakat.
Namun, Menhub meminta Organda untuk lebih mengoptimalkan digitalisasi dalam memberikan pelayanan angkutan jalan yang akan semakin meningkatkan minat masyarakat menggunakan angkutan jalan seperti bus.
"Terus memaksimalkan pemanfaatan e-ticketing bus, sehingga masyarakat bisa dengan mudah membeli tiket di mana saja," ujar Menhub dalam keterangan di Jakarta, Rabu (7/9/2022).
Menhub mengatakan, Organda sebagai satu-satunya wadah organisasi bagi para pengusaha angkutan jalan, menjadi mitra strategis pemerintah untuk bersama-sama memulihkan dan membangkitkan kembali industri angkutan jalan.
Baca Juga: Siap-Siap! Harga Menu Warteg Bakal Naik, Imbas Kenaikan BBM
"Saya berharap semangat transformasi yang sudah dicanangkan oleh Organda Pusat bisa ditularkan kepada teman-teman Organda di daerah," kata dia.
Menhub mengungkapkan, selama ini kolaborasi antara Kemenhub dengan Organda berjalan dengan baik, khususnya pada saat masa mudik lebaran dalam rangka menyediakan angkutan bus yang selamat, aman, nyaman, dan juga sehat.
Sejumlah upaya yang telah dilakukan Kemenhub melalui Ditjen Perhubungan Darat untuk meningkatkan pelayanan angkutan jalan diantaranya yakni, memanfaatkan digitalisasi seperti, e-ticketing, e-logbook, Global Positioning System (GPS), dan On Board Unit (OBU) untuk efisiensi, pelayanan, dan pengawasan perusahaan.
Berita Terkait
-
Sepatu Bekas Ikut Mejeng Saat Demo Tolak BBM Naik di DPR RI, Maksudnya Apa ya?
-
Sisi Lain Demo Tolak Kenaikan BBM di DPR RI, Pendemo Mirip Bahar Smith Disorot
-
Siap-Siap! Harga Menu Warteg Bakal Naik, Imbas Kenaikan BBM
-
Inflasi September Diperkirakan Capai 0,77 Persen Efek kenaikan Harga BBM
-
Mahasiswa di Mataram Tertangkap Tangan Bawa Sajam Saat Demo Jadi Tersangka
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Pengamat Ingatkan Efek Pelemahan Rupiah Bikin APBN Berdarah-darah
-
Bahlil Fokus Ganti LPG 3 Kg ke CNG, Berapa Harga Jualnya?
-
Dirikan Learning Center di Fakultas Pertanian UGM, Wujud Kepedulian BRI terhadap Pendidikan
-
Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi
-
Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok
-
Tak Perlu Pusing, Belanja di China Bisa Bayar Pakai GoPay
-
Purbaya Janjikan Kredit Bunga Rendah ke Industri Tekstil, Maksimal 6 Persen
-
IHSG Masih Gagah Menguat, Betah di Level 7.000
-
RUPS 2025 Patra Jasa Catat Kinerja Positif Dorong Pertumbuhan Pendapatan Perusahaan
-
Rupiah Konsisten Menguat pada Rabu