- Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan beasiswa pendidikan kedokteran penuh bagi adik mendiang Myta Aprilia di Universitas Sriwijaya.
- Kementerian Kesehatan berkomitmen menyediakan fasilitas perawatan medis rutin bagi ayah mendiang Myta yang saat ini sedang menderita stroke.
- Bantuan tersebut diberikan di Jakarta pada 7 Mei 2026 untuk meringankan beban keluarga setelah Myta wafat saat mengikuti internship.
Suara.com - Di tengah suasana duka yang menyelimuti keluarga mendiang dokter magang Myta Aprilia Azmy, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin membawa secercah harapan. Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memutuskan untuk menanggung penuh pendidikan adik kandung Myta hingga lulus menjadi dokter.
Adik Myta diketahui saat ini juga sedang menempuh pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Unsri), mengikuti jejak sang kakak.
"Jadi memang adiknya juga di Fakultas Kedokteran Unsri (Universitas Sriwijaya). Jadi tadi kita di Kementerian Kesehatan memutuskan untuk memberikan beasiswa pada putri keduanya sampai lulus. Untuk bisa meneruskan kakaknya yang sudah jadi dokter," ujar Menkes Budi Gunadi Sadikin saat memberikan keterangan di Kantor Kemenkes, Jakarta, Kamis (7/5/2026).
Tak hanya soal pendidikan, Menkes Budi juga menaruh perhatian pada kondisi kesehatan ayah mendiang Myta yang baru saja terserang stroke. Kemenkes berkomitmen memberikan fasilitas perawatan medis secara rutin bagi sang ayah.
"Dan ayahanda ini baru kena stroke. Jadi begitu kita memahami ada kondisi itu, Kemenkes memutuskan, yang pertama, ayahnya nanti akan bisa dibantu oleh rumah sakit," lanjut Budi.
Ia menegaskan pentingnya pemantauan kesehatan berkala bagi ayah mendiang agar tetap sehat dan bisa mendampingi putrinya kelak.
"Minimal setahun dua kali harus ada kontrol supaya kondisinya tetap sehat. Sampai bisa melihat nikahkan anaknya yang kedua. Dan kalau bisa bisa sehat terus dengan cucu-cucunya," tambahnya.
Ungkapan haru sang ibu
Langkah Kemenkes ini disambut haru oleh ibu kandung mendiang Myta, Okta Yusri. Mewakili keluarga, ia menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian besar yang diberikan pemerintah di masa-masa sulit ini.
"Di tengah duka mendalam, kami diberikan kejutan oleh Bapak Menteri Kesehatan. Bapak memberikan kabar bahagia bahwa adiknya Mita akan dibantu beasiswa sampai selesai pendidikannya. Terima kasih Pak Menteri Kesehatan," tutur Okta saat mengikuti konferensi pers secara virtual.
Baca Juga: Buntut Kematian Dokter Myta, Kemenkes Tunda Internship di Puskesmas dan RSUD Kuala Tungkal
Kehadiran bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban keluarga setelah kehilangan Myta, yang sebelumnya tengah menjalani masa pengabdian sebagai peserta Program Internship Dokter Indonesia (PIDI) di Jambi sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir pada 1 Mei 2026 lalu.
Berita Terkait
-
Buntut Kematian Dokter Myta, Kemenkes Tunda Internship di Puskesmas dan RSUD Kuala Tungkal
-
Kasus Dokter Internship Meninggal, Menkes Minta Audit Medis Tindakan RS
-
Apa Itu Ekspedisi Patriot (TEP)? Program Pemerintah dengan Fasilitas Beasiswa Jepang
-
Nyawa di Ujung Shift: Mengungkap Jam Kerja Tak Manusiawi Dokter Internship dan Regulasi Kemenkes
-
MGBKI Soroti Kegagalan Sistem, Buntut Dokter Magang di Jambi Meninggal Kelelahan
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA
-
Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah
-
Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?
-
Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!
-
Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat
-
Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan
-
Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai
-
Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi