Gua Air
Setelah siap semua, barulah aktivitas petualangan dimulai. Tercatat ada 25 gua yang ada di Dusun Batu Katak ini.
Namun, gua yang sering didatangi oleh para caving yakni Gua Air, karena gua ini memiliki panjang mencapai 700 meter. Selain itu gua ini juga memiliki staklatit dan stalagmit yang sangat indah.
Untuk tracking menuju ke Gua Air membutuhkan waktu sekitar 3 sampai 4 jam lamanya, tergantung fisik masing-masing. Di sepanjang perjalanan, kita tak akan bosan melihat karya Sang Pencipta itu. Hutan yang sangat rapat, sungai yang indah terpancar di sepanjang perjalanan.
Sesekali kita akan melihat para petani karet sedang memanen getah karet tersebut. Wajah para petani yang murah senyum menyapa para wisatawan.
Terlihat kita sebagai tamu istimewa, dan selalu tertarik datang kapan pun. Keindahan menuju gua pun semakin lengkap dengan suara burung dan Siamang, seakan menyapa pengunjung.
Sebelum sampai ke tempat yang dituju, wisatawan pun harus menyusuri sungai kecil. Di sepanjang sungai itu harus berhati-hati, karena kita tidak tau hewan apa yang ada di sungai tersebut.
Selain itu juga kedalaman sungai belum bisa ditentukan, walaupun sungai itu terlihat tidak dalam dan tidak berbahaya.
Sesampai di mulut gua, rasa seram pun muncul. Sebab mulut gua ini lebarnya sekitar satu meter dan panjangnya hanya sebesar orang dewasa.
Ritual Puntung Rokok
Baca Juga: Jadwal Film Bioskop di Medan, Minggu 11 September: Miracle In Cell No.7, Mendarat Darurat
Sebelum masuk, ada ritual penduduk setempat yang memberikan puntung rokok di mulut gua ini. Konon katanya sebagai ritual persembahan kepada penghuni itu, ya bagi yang percaya.
Nah, begitu melangkahkan kaki ke dalam gua, rasa ketakutan itu pun mulai sirna. Para caving disuguhi dengan pemandangan yang cukup menakjubkan.
Awal berjalan di gua, kita bisa melihat kolam air yang memancarkan air dari tanah yang seakan tak ada habisnya. Semakin menjorok ke dalam, kolam-kolam air itu berganti dengan sungai kecil.
Ya, inilah sebabnya nama gua itu disebut Gua Air. Karena 90 persen gua ini dilalui oleh sungai kecil dengan panjang gua sekitar 700 meter.
Tak hanya sungai, stalaktit dan stalagmit melekat dengan indahnya. Beraneka ragam warnanya yakni memiliki warna orange, kuning, putih dan warna lainnya dengan ukurang sekitar 5-15 M, melekat di dinding gua. Para caving pun akan termanjakan dengan kemolekkan di dalam gua ini dan tak lupa mengabadikannya.
Satwa di dalam gua pun akan terlihat, pastinya yang mendominasi kelelawar, jangkrik yang melekat di atas gua tersebut. Ini menunjukkan makanan di dalam gua cukup bagus.
Namun, satwa yang paling dihindari yakni ular air atau jenis lainnya. Itulah dianjurkan membawa obat-obatan untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.
Banyaknya stalaktit dan stalakmit yang melekat di dinding gua tersebut terlihat area ini masih sangat asri dan jarang dijamah oleh orang.
Sebab pertumbuhan stalaktit dan stalagmit sangat membutuhkan waktu yang lama.
Menurut penelitian, 1 tahun hanya berkembang 2 milimeter. Kebayang, jika itu panjangnya mencapai 15 meter pastinya sudah berpuluh tahun dan bahkan ratusan tahun masa tumbuhnya.
Para susur gua pun dianjurkan tidak memegang apalagi merusaknya. Jika ini dilakukan, pastinya generasi selanjutnya tidak dapat melihat keindahan tersebut.
Gua ini pun sering dijadikan bahan penelitian baik itu dilakukan oleh geologi maupun para pecinta alam. Sebab, daerah ini masih banyak menyimpan flora dan fauna, mengingat kawasan ini sudah sangat dekat dengan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL).
Tag
Berita Terkait
-
Anggota DPRD Langkat Ditangkap Kasus Penghasutan, Partai NasDem Sumut Surati Kapolri dan Propam
-
Partai Nasdem Sumut Surati Kapolri Terkait Anggota DPRD Langkat Ditangkap Kasus Penghasutan
-
Alat Pijat Gua Sha Modern Bisa Bantu Bantu Penyerapan Skincare dengan Hasil Maksimal, Apa Iya?
-
Mediasi Perselisihan Warga vs Perusahaan Sawit, Anggota DPRD Langkat Ditangkap Kasus Penghasutan
-
Anggota DPRD Langkat Ditangkap Kasus Penghasutan, Begini Perkaranya
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Hino Indonesia Perkuat Kolaborasi Pendidikan Vokasi di GIIAS 2026
-
Dua Kabar Baik untuk Bulog: Margin Fee Naik dan Bunga Kredit Turun, Laba Diproyeksi Rp1,14 Triliun
-
Rapor Merah Timnas Indonesia Usai Dipecundangi Vietnam: Finishing Buruk, Pertahanan Bocor
-
Bedah Titik Lemah KPK: Bagaimana Dokumen Rahasia Bocor Lewat Siasat Orang Dalam?
-
Geliat Literasi Anak Muda: Minat Baca Bangkit, Harga Buku Sulit
-
Materi Pencegahan LGBTQ Masuk Sekolah, Pengamat Ingatkan Guru Jangan Menghakimi Siswa
-
Posisi Cermin di Kamar Tidur Baiknya di Mana? Ini Penjelasan Ahli Interior dan Feng Shui
-
4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
-
Usai Dibungkam Vietnam, Herdman Kirim Pesan Emosional untuk Suporter Timnas Indonesia
-
Dibungkam Vietnam 0-3, Peluang Indonesia ke Semifinal AFF 2026 Kian Berat