Deli.Suara.com - Sejumlah orang diduga korban penipuan arisan online dari selebgram berinisial DY berteriak-teriak meminta uang mereka dikembalikan, ketika Selebgram Medan itu keluar dari Rumah Tahanan Polrestabes Medan.
Tampak terlihat, tersangka DY memakai baju hitam, celana hitam dan jilbab hitam tersebut keluar dari tahanan. Dikabarkan dia akan dibawa ke Kejaksaan.
Selebgram tersebut tak ada satu patah pun berbica kepada awak media. Dia dijemput dengan menggunakan mobil mini bus berwarna hitam. Hanya saja, sejumlah korban berteria-teriak histeris untuk meminta kepada korban agar dikembalikan uang mereka.
"Woy..woy balikkan uang kami. Penipu kau woy. Balikkan uang kami," teriak korban ketika DY dibawa ke mobil tersebut.
Salah satu korban Cici bersyukur Dinda telah ditahan oleh Polrestabes Medan. Karena perkara ini sudah lebih dari satu tahun.
"Saya sudah rugi Rp 50 jutaan, laporan ini sudah satu tahun bahkan ada korban lebih dari satu tahun. Sekarang dia diserahkan ke kejaksaan," ucapnya.
Dikatakan Cici, karena selama ini Selebgram itu berlagak di sosmed dan menyindir dia tidak bisa diproses karena menganggap kebal hukum.
"Kami sebagai korban meminta keadilan," ucapnya.
Sementara itu Kuasa Hukum, Cici, Romi Tampubolon SH mengucapkan terimkasih kepada Porestabes Medan dan jajarannya, karena perkara ini sudah setahun.
Baca Juga: PPP Tegaskan Tidak Ada Upaya dari Koalisi Pemerintah Menjegal Seseorang
"Untuk itu, kami meminta kepada masyarakat jangan mudah atas bujuk rayu dengan keuntungan arisan besar seperti kline kita yang korban.
"Untuk kacabjari segera dituntaskan perkara ini tanpa pandang bulu. Selebgram ini banyak dilaporkan seperti di Belawan, Labuhan, Polda polda dan lainnya," tukasnya.
Reporter: Beni Nasution
Berita Terkait
-
Kuasa Hukum Korban Pemerkosaan Hingga Terinfeksi HIV Kembali Datangi Polrestabes Medan, Ini Katanya
-
Antisipasi Kemacetan Saat Akhir Pekan, Polantas Bersiaga di Jalur Medan-Berastagi
-
Selebgram Medan Ditangkap Polisi Diduga Gegara Arisan Online
-
Polisi Periksa Nenek Bocah Perempuan yang Diperkosa Hingga Terinfeksi HIV di Medan
-
Anak 12 Tahun Diperkosa hingga Terjangkit HIV, Polrestabes Medan Periksa Nenek Korban
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Penahanan Ijazah karena Tunggakan Biaya Sudah Jadi Masalah Nasional
-
GrabUnlimited Gandeng NPD, Member Kini Bisa Nikmati Pengalaman Eksklusif di Luar Diskon
-
Efisiensi atau Diskriminasi? Membaca Ulang Preferensi Rekrutmen Perusahaan
-
Trakindo Gelar Misi Hijau Bersama Trash Ranger Indonesia, Edukasi Lingkungan Lewat Aksi Nyata
-
Ruben Onsu Resmi Perjuangkan Hak Asuh Anak dari Sarwendah, Sidang Digelar 15 Juli 2026
-
Perdamaian di Ujung Harapan: Mengapa Konflik Tak Pernah Benar-Benar Usai?
-
Diskakmat Guru Besar Soal Kinerja 8 Tahun, Jawaban Mentan Amran Malah Bawa-Bawa Analogi Suami Istri
-
KPK Periksa Ajudan Pangdam Tuanku Tambusai dan 2 Anggota DPRD Riau
-
Bukan Ajang Bagi-bagi Kursi, Puan: Jabatan Komisaris BUMN Harus Profesional dan Kompeten!
-
Duh! Penumpang KRL di Jogja Melonjak 30 Persen, Gangguan Listrik Picu Keterlambatan Perjalanan